Ini Waktu Terbaik Melihat Cold Moon, Supermoon Terakhir di Tahun 2025
Sebelum terjadinya Cold Moon, masyarakat di seluruh dunia telah menyaksikan dua supermoon langka yang terjadi sepanjang tahun 2025.
Menjelang akhir tahun, supermoon terakhir yang akan terlihat pada 2025, yang dikenal dengan nama Cold Moon, akan segera tiba. Sebelumnya, masyarakat di seluruh dunia telah menyaksikan dua supermoon langka sepanjang tahun ini, di mana supermoon yang paling cerah dan terbesar muncul bulan lalu.
Menurut Newsweek pada Selasa (2/12/2025), fenomena supermoon terjadi ketika bulan purnama berada di titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbit, yang dikenal sebagai perigee, sehingga membuat bulan terlihat lebih besar dari biasanya. NASA menjelaskan, "'Supermoon' bukanlah istilah astronomi resmi, tapi biasanya digunakan untuk menggambarkan bulan purnama yang berada dalam jarak setidaknya 90 persen perigee."
Cold Moon, yang juga dikenal sebagai "Bulan Malam Panjang," diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Kamis, 4 Desember 2025. Bulan ini akan mulai terbit tepat setelah matahari terbenam, namun puncak bulan purnama akan terjadi sekitar tengah malam.
Menurut Time Out, cara terbaik untuk menikmati supermoon adalah dengan melihatnya saat bulan baru terbit, ketika bulan muncul di atas cakrawala timur tepat setelah matahari terbenam. Pada saat ini, ilusi bulan akan membuatnya tampak sangat besar, dan jika terlihat di atas pepohonan, gedung, atau cakrawala, akan menambah kesan dramatis.
Untuk merasakan pengalaman supermoon secara maksimal, semakin gelap area yang Anda kunjungi, semakin baik. Anda seharusnya dapat melihat Cold Moon tanpa menggunakan alat apapun—cukup dengan melihat ke atas untuk menikmati kehadirannya yang penuh dan terang. Namun, menggunakan teleskop atau teropong mungkin bisa membantu Anda mengamatinya dengan lebih detail.
Supermoon akan terjadi pada tahun 2026
Secara spiritual, Cold Moon dianggap sebagai simbol dari "berbalik ke dalam, memperlambat, merenung, dan tumbuh dengan tenang." Istilah ini digunakan karena fenomena ini terjadi pada bulan Desember, ketika Belahan Bumi Utara mengalami musim dingin, menandai malam terpanjang dan terdingin dalam setahun.
Setelah Cold Moon, supermoon pertama pada tahun 2026 akan muncul di langit pada hari Sabtu, 3 Januari. Kemudian, dua supermoon lainnya akan menyusul di akhir tahun, yaitu pada 24 November dan 23 Desember 2026.
Cold Moon akan menjadi supermoon terakhir pada tahun 2025, dan tahun lalu, fenomena serupa diakhiri oleh Beaver Moon. Menurut laporan dari Kanal Global Liputan6.com yang mengutip laman NASA, supermoon ini akan terjadi pada hari Sabtu, 16 November 2024, pukul 04.29 WIB. Tahun lalu, terdapat empat supermoon yang menerangi langit Bumi.
Supermoon akan terlihat sepanjang tahun 2024
Asal nama Beaver Moon berkaitan dengan aktivitas berang-berang yang biasanya meningkat saat bulan ini muncul. Mereka bekerja keras memperkuat bendungan dan mengumpulkan persediaan makanan untuk menghadapi musim dingin. Oleh karena itu, penduduk asli Amerika dan Eropa menamai fenomena bulan ini sebagai Beaver Moon.
Di masa lampau, bulan November juga menjadi waktu yang tepat untuk menjebak berang-berang, guna memanfaatkan bulu tebal mereka sebagai bahan pakaian hangat.
Menurut informasi dari NASA, Beaver Moon tahun 2024 akan menjadi lebih istimewa karena pada tanggal 15 November, gugus bintang Pleiades atau yang dikenal dengan sebutan "Seven Sisters" akan terlihat di bagian kiri bawah bulan.
Kemudian, pada tanggal 16 November, posisi Pleiades akan berpindah ke kanan atas bulan. Sebelum munculnya Beaver Moon, ada beberapa bulan lainnya, seperti Sturgeon Moon yang terlihat pada bulan Agustus, diikuti oleh Harvest Moon di bulan September, dan Hunter's Moon di bulan Oktober 2024.
Peristiwa langit yang akan terjadi pada bulan Desember 2025
Selain Cold Moon, penampakan Merkurius juga menjadi fenomena langit yang menarik pada bulan Desember 2025, seperti yang dirangkum oleh National Geographic. Planet Merkurius biasanya tidak terlalu jauh dari sinar terang matahari, namun pada tanggal 7 Desember, planet ini akan mencapai elongasi terbesarnya, yaitu jarak terjauh yang dapat dilihat dari matahari.
Ini adalah kesempatan terbaik untuk mengamati "planet cepat" ini tanpa gangguan dari cahaya matahari yang menyilaukan. Anda disarankan untuk melihatnya sekitar satu jam sebelum matahari terbit pada pagi hari tanggal 7 Desember, ketika Merkurius akan muncul di ufuk timur, diikuti oleh Venus.
Setelah itu, jangan lewatkan juga hujan meteor Geminid yang akan menghiasi langit, terutama saat puncaknya pada tanggal 13-14 Desember. Hujan meteor ini dikenal sebagai salah satu yang paling produktif setiap tahunnya, dengan potensi menghasilkan antara 60 hingga 120 meteor per jam dalam kondisi yang ideal.
Fenomena ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para pengamat langit, karena keindahannya yang luar biasa dan sering kali memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa saja yang menyaksikannya.