Ini Dampak Buruk Terlalu Banyak Makan Daging, Perlu Waspada!
Daging sumber protein dan lemak baik yang sangat baik bagi tubuh. Kedua nutrisi tersebut dibutuhkan oleh tubuh untuk berfungsi secara layak.
Daging sumber protein dan lemak baik yang sangat baik bagi tubuh.
Ini Dampak Buruk Terlalu Banyak Makan Daging, Perlu Waspada!
Suasana Idul Adha masih terasa dengan banyaknya daging kurban di setiap rumah warga. Daging kurban pun menjadi menu hidangan utama untuk beberapa hari ke depan.
Daging sumber protein dan lemak baik yang sangat baik bagi tubuh. Kedua nutrisi tersebut dibutuhkan oleh tubuh untuk berfungsi secara layak.
Akan tetapi jika terlalu banyak mengonsumsi daging akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Anda perlu waspada bahaya yang mengintai pada tubuh.
Berikut dampak buruk kebanyakan makan daging dilansir dari hallosehat, Rabu (19/6).
Bau Mulut
Dampak buruk terlalu banyak makan daging yang tidak diimbangi dengan karbohidrat dapat menyebabkan bau mulut.
Tubuh akan kelebihan protein dan lemak akibat kebanyakan asupan daging. Bila kekurangan asupan karbohidrat, tubuh akan memecah lemak sebagai sumber energi.
Pemecahan lemak inilah akan menghasilkan senyawa keton atau ketosis. Senyawa ini bisa membuat napas berbau tak sedap.
Picu Sembelit
Daging dikenal sebagai salah satu makanan kaya protein. Meski begitu, daging tidak memiliki kandungan serat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian.
Artinya, jika makan asupan protein hewani terlalu banyak akan rentan kekurangan kandungan serat sehari-harinya.
Seperti diketahui, serat ialah zat gizi yang penting untuk menyerap air dan memadatkan feses agar mudah keluar.
Berdasarkan penelitian Neurogastroenterology and Motility tahun 2015 ditemukan bahwa asupan lemak jenuh dari daging sebanyak lebih dari 15 gram sehari bisa meningkatkan risiko sembelit.
Hal ini karena lemak jenuh mengaktifkan rem alami pada usus halus. Akibatnya, gerakan feses pun terhambat sehingga apabila kebanyakan makan daging bisa menyebabkan sembelit (konstipasi), bahkan BAB berdarah.
Risiko Kanker
Dalam beberapa kasus, pengolahan daging bisa membentuk senyawa karsinogenik, seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).
HCA terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi, sedangkan PAH terbentuk saat pembakaran zat organik pada daging.
Berdasarkan penelitian Nutrition and Cancer tahun 2013 disebutkan bahwa keduanya diyakini bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar dan rektum.
Kedua senyawa ini mampu menyebabkan mutasi genetik. Sel-sel tubuh pun bisa berubah menjadi ganas dan memicu penyakit kanker.
Selain itu, lemak pada daging merah memicu produksi hormon estrogen. Ketidakseimbangan estrogen bisa menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko kanker payudara.
Ketidakseimbangan hormon pria juga terjadi akibat lemak jenuh dari daging merah. Jadi, risiko kanker prostat pun meningkat.
Dengan begitu dampak kebanyakan makan daging bisa meningkatkan risiko berbagai macam kanker.
Risiko Penyakit Jantung
Terlalu banyak makan daging dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau gangguan pada jantung.
Efek samping makan daging berlebihan berasal dari kadar lemak jenuh dan kolesterol. Kedua jenis lemak ini bisa membentuk plak yang menyumbat pembuluh darah.
Akibatnya, tekanan darah pun meningkat dan aliran darah menuju bagian tubuh tidak lancar, sehingga akan rentan mengalami stroke, serangan jantung, dan pembengkakan arteri atau aneurisma.
Konsumsi daging merah berlebih juga menyebabkan bakteri atau mikrobiota usus menghasilkan senyawa trimetilamina N-oksida (TMAO).
Senyawa ini juga berkaitan dengan risiko penyumbatan pembuluh darah.