Ingat 3 Bule Muslim Asal Spanyol Pergi Haji Naik Kuda? Kini Mereka Sudah Sampai & Menangis di Depan Kabah
Tiga sahabat bernama Abdallah Hernandez, Abdelkader Harkassi, dan Tariq Rodriguez itu menempuh perjalanan spiritual sekira 8.000 km ke Mekkah.
Masih ingat dengan tiga bule Muslim asal Spanyol yang memilih beribadah haji dengan berkuda? Tiga sahabat bernama Abdallah Hernandez, Abdelkader Harkassi, dan Tariq Rodriguez itu menempuh perjalanan spiritual sekira 8.000 km ke Mekkah.
Dengan mengendarai kuda, ketiganya melewati rute kuno yang dilewati oleh muslim Andalusia lebih dari 500 tahun lalu. Dalam perjalanannya, mereka melintasi Spanyol, Prancis, Italia, Slovenia, Kroasia, Bosnia, Serbia, Turki, Suriah, dan Yordania.
Ketiganya kini sudah berada di Kota Suci Mekkah. Berdasarkan unggahan video di akun X Aljazeera EGYP, @AJA_Egypt, ketiganya tampak berada di Masjidil Haram.
Dengan mengenakan pakaian ihram, ketiganya tampak terharu berada di tema suci umat Islam itu. Mereka menangis sembari berpelukan satu sama lain.
Tak cuma itu, sambil menangis ketiganya mencium Kabah sembari berdoa. Setelah itu mereka melakukan tawaf dan menjalankan sholat dengan khusyunya.
Bersyukur Jadi Mualaf lalu Bernazar Haji dengan Berkuda
Abdelkader Harkassi, Abdallah Hernandez dan Tariq Rodriguez, mualaf memeluk agama Islam 35 tahun lalu. Dalam perjalanannya menuju Mekkah, ketiganya didampingi oleh Bouchaib Jadil, seorang kepala konstruksi yang tinggal di Spanyol.
Dia bertugas memberikan dukungan logistik dan memimpin jalan menggunakan mobil. Niat berhaji dengan mengendarai kuda dimulai ketika Abdullah Hernandez masuk Islam 35 tahun lalu.
Dikutip dari Arab News, Selasa (3/6/2025), ia begitu bersyukur kepada Allah karena telah memberkahinya dengan hidayah. Saat itu ia pun berjanji untuk menunaikan ibadah haji sebagaimana yang dilakukan leluhur Andalusia zaman dulu.
Mereka berlatih selama dua tahun sebelum berangkat pada Oktober 2024 dari Masjid Al-Monaster, selatan Spanyol.
Perjalanan Penuh Tantangan tapi Begitu Indah
Setelah melintasi perbatasan Yordania pada tanggal 2 Mei, ketiganya tiba di kota Qurayyat di Provinsi Al-Jawf, di bagian utara Arab Saudi pada hari Jumat setelah perjalanan berkuda yang luar biasa selama tujuh bulan.
Saat itu, Hernandez mengaku mereka sangat gembira karena sudah semakin dekat dengan Mekkah dan Madinah. Dia mengaku, kedua kota suci itu amat istimewa bagi mereka.
"Kami telah lama bermimpi untuk mencapainya. Hati kami dipenuhi cinta dan harapan, dan kami menantikan momen ini dengan rasa hormat dan kebahagiaan yang mendalam," katanya.
Lewat perjalanan haji ini, mereka ingin menemukan kembali rute bersejarah Andalusia dari Spanyol ke Mekkah.
"Ini juga merupakan perjalanan penuh tantangan di mana setiap langkah dapat kami rasakan dan kuda-kuda, tetapi juga merupakan perjalanan bagi jiwa," tambahnya.
Menabung dan Berlatih Bertahun-tahun
Sementara itu, Harkassi mengaku tim amat senang dapat menghidupkan kembali tradisi yang telah lama hilang itu. Ia menambahkan bahwa tim tersebut telah menabung uang dan berlatih selama beberapa tahun untuk perjalanan tersebut.
"Kami memulai perjalanan ini dengan niat tulus untuk melaksanakan haji," katanya.
Perjalanan mereka yang melintasi beragam bentang alam dan kondisi cuaca ekstrem, dibagikan kepada pengikut di media sosial.
“Menyeberangi perbatasan merupakan tantangan terbesar. Beberapa negara lebih sulit diseberangi daripada negara lain karena kuda tidak lagi dianggap sebagai moda transportasi, melainkan harus 'diimpor' ke setiap negara sebagai ternak. Namun, Alhamdulillah, kami telah berhasil menyelesaikan semua dokumen sejauh ini," kata Hernandez.
Disambut Hangat di Manapun Berada
Ekspedisi mereka yang dikenal sebagai "Haji Berkuda" disambut hangat oleh umat Islan dan non-Muslim. Dia pun bersyukur diterima dengan tangan terbuka di mana pun mereka pergi.
"Baik di negara Muslim maupun non-Muslim, masyarakat di sana telah menunjukkan keramahtamahan yang luar biasa: Mengundang kami ke rumah mereka, berbagi makanan dengan kami, mendengarkan cerita kami, dan terlibat dalam percakapan yang bermakna tentang Islam.
"Kehangatan yang kami rasakan di negara-negara Muslim sangat mendalam, mencerminkan rasa persatuan yang mendalam di dalam Umat kami. Semangat yang indah ini terlihat jelas dalam video terbaru kami dari Turki dan Suriah," jelasnya.
Tim berangkat dengan dana terbatas, tetapi menerima dukungan dari umat Islam setempat di sepanjang jalan untuk membiayai biaya perjalanan unik tersebut.