Gula Darah Tinggi Menyebabkan Berbagai Komplikasi Serius
Berikut ini adalah gula darah tinggi yang menyebabkan berbagai komplikasi serius.
Gula darah tinggi atau hiperglikemia adalah kondisi di mana kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Pada orang dewasa sehat, kadar gula darah normal saat puasa berkisar antara 70-100 mg/dL. Sementara 2 jam setelah makan, kadar gula darah normal tidak melebihi 140 mg/dL.
Seseorang dikatakan mengalami hiperglikemia jika kadar gula darah puasa lebih dari 125 mg/dL, atau lebih dari 180 mg/dL ketika dicek 2 jam setelah makan. Kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes, namun juga bisa terjadi pada orang tanpa diabetes.
Gula darah tinggi yang berlangsung lama dan tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius pada organ-organ tubuh. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab, gejala, serta cara mengatasi dan mencegah hiperglikemia.
Penyebab Gula Darah Tinggi
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat melebihi batas normal, antara lain:
- Resistensi insulin – Kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespon insulin dengan baik sehingga glukosa sulit masuk ke dalam sel dan menumpuk di dalam darah. Ini merupakan penyebab utama diabetes tipe 2.
- Kekurangan insulin – Terjadi pada diabetes tipe 1 di mana pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengatur kadar gula darah.
- Konsumsi karbohidrat berlebihan – Mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.
- Kurang aktivitas fisik – Olahraga membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa. Kurangnya aktivitas fisik membuat glukosa menumpuk di dalam darah.
- Stres – Kondisi stres memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
- Efek samping obat-obatan tertentu – Beberapa jenis obat seperti steroid dapat meningkatkan kadar gula darah.
- Penyakit atau infeksi – Kondisi sakit dapat memicu pelepasan hormon stres yang meningkatkan gula darah.
- Gangguan hormonal – Masalah pada hormon-hormon yang berperan dalam metabolisme glukosa seperti tiroid, kortisol, dan hormon pertumbuhan.
Pada penderita diabetes, hiperglikemia sering terjadi karena:
- Lupa atau salah dosis dalam mengonsumsi obat diabetes atau insulin
- Makan terlalu banyak atau tidak sesuai dengan rencana makan yang dianjurkan
- Kurang berolahraga atau aktivitas fisik
- Stres emosional atau fisik
- Efek samping dari obat-obatan lain yang dikonsumsi
Gejala Gula Darah Tinggi
Gejala hiperglikemia seringkali berkembang secara perlahan dalam beberapa hari atau minggu. Beberapa tanda dan gejala umum gula darah tinggi yang perlu diwaspadai antara lain:
- Sering merasa haus – Tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urin sehingga menyebabkan dehidrasi dan rasa haus yang berlebihan.
- Sering buang air kecil – Ginjal bekerja keras membuang kelebihan glukosa melalui urin sehingga frekuensi buang air kecil meningkat, terutama di malam hari.
- Mudah lelah – Sel-sel tubuh tidak mendapat cukup energi dari glukosa sehingga menyebabkan kelelahan.
- Pandangan kabur – Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan pembengkakan lensa mata sehingga penglihatan menjadi kabur.
- Luka sulit sembuh – Sirkulasi darah terganggu akibat kerusakan pembuluh darah sehingga proses penyembuhan luka melambat.
- Kulit kering dan gatal – Dehidrasi akibat sering buang air kecil menyebabkan kulit menjadi kering.
- Infeksi berulang – Sistem kekebalan tubuh melemah sehingga lebih rentan terhadap infeksi, terutama pada kulit dan saluran kemih.
- Nafsu makan meningkat – Sel-sel tubuh kekurangan energi sehingga memicu rasa lapar berlebihan.
- Penurunan berat badan – Meskipun nafsu makan meningkat, tubuh membakar lemak dan otot untuk energi sehingga berat badan turun.
- Sakit kepala – Dehidrasi dan gangguan metabolisme dapat memicu sakit kepala.
- Mulut kering – Produksi air liur berkurang akibat dehidrasi.
- Kesemutan atau mati rasa – Terutama pada kaki dan tangan akibat kerusakan saraf (neuropati).
Pada kasus yang lebih parah, gula darah sangat tinggi dapat menyebabkan gejala yang lebih serius seperti:
- Napas berbau manis atau buah-buahan
- Mual dan muntah
- Nyeri perut
- Detak jantung cepat
- Napas cepat dan dalam
- Kebingungan atau penurunan kesadaran
Diagnosis Gula Darah Tinggi
Untuk mendiagnosis hiperglikemia atau gula darah tinggi, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan dan tes, antara lain:
- Pemeriksaan gula darah puasa – Dilakukan setelah puasa selama 8 jam. Kadar gula darah puasa normal adalah di bawah 100 mg/dL. Jika hasilnya 126 mg/dL atau lebih pada dua kali pemeriksaan terpisah, maka didiagnosis diabetes.
- Tes toleransi glukosa oral (TTGO) – Pasien diminta meminum larutan glukosa, lalu kadar gula darah diperiksa 2 jam kemudian. Hasil normal adalah di bawah 140 mg/dL. Jika hasilnya 200 mg/dL atau lebih, maka didiagnosis diabetes.
- Pemeriksaan HbA1c – Menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama 2-3 bulan terakhir. Hasil normal adalah di bawah 5.7%. Jika hasilnya 6.5% atau lebih, maka didiagnosis diabetes.
- Pemeriksaan gula darah acak – Dilakukan kapan saja tanpa puasa. Jika hasilnya 200 mg/dL atau lebih disertai gejala diabetes, maka dapat didiagnosis diabetes.
Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan serta gejala yang dialami. Pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan untuk mendeteksi komplikasi, seperti:
- Pemeriksaan mata untuk mendeteksi retinopati diabetik
- Pemeriksaan fungsi ginjal
- Pemeriksaan sensitivitas kaki untuk mendeteksi neuropati
- Pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol
Komplikasi Akibat Gula Darah Tinggi
Gula darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius yang mengancam kesehatan dan kualitas hidup. Beberapa komplikasi utama akibat hiperglikemia kronis antara lain:
- Penyakit kardiovaskular – Risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer meningkat. Hiperglikemia merusak pembuluh darah dan meningkatkan penumpukan plak.
- Nefropati diabetik – Kerusakan ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal. Gula darah tinggi merusak pembuluh darah kecil di ginjal.
- Retinopati diabetik – Kerusakan pembuluh darah di retina yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.
- Neuropati diabetik – Kerusakan saraf terutama di kaki yang menyebabkan mati rasa, kesemutan, dan nyeri. Meningkatkan risiko luka yang sulit sembuh.
- Penyakit periodontal – Infeksi gusi dan tulang yang menopang gigi. Gula darah tinggi meningkatkan risiko infeksi.
- Disfungsi ereksi – Gangguan ereksi pada pria akibat kerusakan pembuluh darah dan saraf.
- Gangguan pendengaran – Kerusakan saraf dan pembuluh darah di telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
- Alzheimer – Risiko demensia dan penyakit Alzheimer meningkat pada penderita diabetes.
- Komplikasi kehamilan – Meningkatkan risiko keguguran, cacat lahir, dan komplikasi lain pada ibu hamil.
Selain itu, hiperglikemia akut yang sangat parah dapat menyebabkan kondisi darurat yang mengancam jiwa seperti:
- Ketoasidosis diabetik – Penumpukan zat keton beracun dalam darah akibat pemecahan lemak berlebihan.
- Sindrom hiperosmolar hiperglikemik – Dehidrasi berat akibat kadar gula darah sangat tinggi, terutama pada lansia dengan diabetes tipe 2.
Pengobatan Gula Darah Tinggi
Penanganan gula darah tinggi bertujuan untuk mengembalikan kadar gula darah ke rentang normal dan mencegah komplikasi. Pendekatan pengobatan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan hiperglikemia. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
Perubahan gaya hidup – Langkah awal penanganan hiperglikemia meliputi:
- Pengaturan pola makan sehat rendah gula dan karbohidrat
- Olahraga teratur minimal 150 menit per minggu
- Penurunan berat badan jika kelebihan berat badan
- Berhenti merokok
- Mengelola stres
Obat-obatan oral – Untuk diabetes tipe 2, dokter dapat meresepkan obat-obatan seperti:
- Metformin – Mengurangi produksi glukosa hati
- Sulfonylurea – Merangsang pankreas memproduksi lebih banyak insulin
- Thiazolidinedione – Meningkatkan sensitivitas insulin
- Inhibitor DPP-4 – Meningkatkan produksi insulin dan mengurangi produksi glukosa
- Inhibitor SGLT2 – Membantu ginjal membuang lebih banyak glukosa melalui urin
Terapi insulin – Diperlukan untuk diabetes tipe 1 dan beberapa kasus diabetes tipe 2 yang parah. Insulin dapat diberikan melalui suntikan atau pompa insulin.
Pemantauan gula darah mandiri – Penderita diabetes perlu rutin memeriksa kadar gula darah di rumah menggunakan alat pengukur gula darah.
Penanganan kondisi penyerta – Seperti pengobatan hipertensi dan kolesterol tinggi untuk mengurangi risiko komplikasi.
Penanganan darurat – Untuk kasus hiperglikemia berat yang menyebabkan ketoasidosis atau sindrom hiperosmolar, diperlukan perawatan di rumah sakit meliputi pemberian cairan intravena, insulin, dan elektrolit.