Teorinya Terbukti, Nisan Makam Ilmuwan ini Dihiasi Ukiran Tata Surya yang Begitu Indah
Copernicus akhirnya dimakamkan di kuburan yang diberi tanda, sebelumnya tidak. .
Copernicus akhirnya dimakamkan di kuburan yang diberi tanda, sebelumnya tidak. .
Teorinya Terbukti, Nisan Makam Ilmuwan ini Dihiasi Ukiran Tata Surya yang Begitu Indah
Jenazah Nicolas Copernicus, bapak astronomi modern abad ke-16, dimakamkan kembali di katedral Polandia.
Ketika seorang tokoh agama menyatakan penyesalannya atas kecaman Gereja terhadap teorinya.
Mengutip laporan Phys pada 2010, Copernicus akhirnya dimakamkan di kuburan yang diberi tanda.
Sehari setelah peringatan 467 tahun kematiannya, setelah diburu oleh para ahli.
Peti matinya dimakamkan di katedral Frombork abad ke-14, kampung halamannya di Polandia utara.
Makamnya ditandai dengan nisan granit hitam yang diukir dengan peta tata surya.
Sebelumnya pada 1616, Vatikan mencap teori Copernicus yang menyatakan bahwa matahari, bukan bumi, adalah pusat alam semesta sebagai ajaran sesat.
Copernicus telah mendalilkan bahwa Bumi berputar pada porosnya sekali sehari dan mengelilingi matahari setahun sekali.
Ia menentang teori Ptolemeus yang didukung Gereja bahwa Bumi berada di pusat alam semesta, dengan matahari dan bintang-bintang berputar mengelilinginya.
Gereja baru menghapus karyanya dari daftar buku terlarang pada tahun 1835 dan pada tahun 1999 Paus Polandia Yohanes Paulus II mengunjungi tempat kelahiran astronom tersebut di Torun dan memuji pencapaian ilmiahnya.
Seorang ahli matematika, ekonom dan dokter serta seorang tokoh agama, Copernicus dimakamkan seperti banyak pendeta dan orang awam Frombork lainnya di sebuah makam tak bertanda di bawah lantai katedral.