Ilmuwan ini Pernah Dipenjara Gara-gara Berbeda Pandangan, Setelah Terbukti Pendapatnya Benar, Penguasa Minta Maaf

Galileo Galilei, ilmuwan Italia, dihukum tahanan rumah seumur hidup oleh Gereja Katolik karena teorinya tentang Bumi yang mengitari Matahari.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Ilmuwan ini Pernah Dipenjara Gara-gara Berbeda Pandangan, Setelah Terbukti Pendapatnya Benar, Penguasa Minta Maaf
Ilmuwan ini Pernah Dipenjara Gara-gara Berbeda Pandangan, Setelah Terbukti Pendapatnya Benar, Penguasa Minta Maaf (Merdeka.com)

Sejarah mencatat banyak ilmuwan yang berjuang melawan dogma dan kepercayaan yang telah mengakar kuat dalam masyarakat. Salah satu tokoh paling terkenal dalam perjuangan tersebut adalah Galileo Galilei, seorang ilmuwan Italia yang berani menentang pandangan umum pada masanya.

Pada abad ke-17, ketika Gereja Katolik Roma masih berpegang pada teori geosentris, Galileo mengemukakan pandangan revolusioner bahwa Bumi mengitari Matahari.

Pandangan ini bukan hanya menantang pemahaman ilmiah, tetapi juga bertentangan dengan ajaran gereja yang dominan saat itu. Keberanian Galileo dalam mengemukakan teorinya membuatnya harus membayar mahal.

Pada tahun 1633, ia dihadapkan pada pengadilan oleh Gereja Katolik dan dijatuhi hukuman tahanan rumah seumur hidup. Penghukuman ini mencerminkan ketakutan gereja terhadap ide-ide baru yang dapat mengguncang fondasi kepercayaannya.

Seperti yang diketahui, ilmuwan itu dijatuhi status sebagai tahanan rumah seumur hidupnya sampai dia mati karena sakit pada 8 Januari 1642. Namun, kisah Galileo tidak berakhir di situ.

Selama berabad-abad, namanya tetap dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan pengekangan kebebasan berpikir.

Baru pada 31 Oktober 1992, Paus Yohanes Paulus II secara resmi menyatakan penyesalannya terhadap tindakan Gereja Katolik terhadap Galileo.

Hal ini menjadi titik balik penting dalam pengakuan atas kontribusi Galileo terhadap ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Kemudian, pada 21 Desember 2008, Paus Benediktus XVI pun menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi nama Galileo sebagai ilmuwan.

Rekomendasi