Samsung Dirumorkan Tak Lanjutkan Galaxy S26 Edge, Ini Alasannya
Samsung dilaporkan telah menghentikan pengembangan Galaxy S26 Edge. Mengapa?
Samsung dilaporkan mempercepat langkah mundur dan menghentikan pengembangan ponsel ultra tipis pertama mereka, Galaxy S26 Edge, lebih cepat dari yang diharapkan.
Menurut Gizmochina pada Sabtu (27/12/2025), sebelumnya Samsung sempat mempertimbangkan untuk menggantikan Galaxy S26 Plus dengan model Edge terbaru pada tahun 2026.
Namun, rencana tersebut kemudian berubah menjadi pendekatan wait and see. Kini, beberapa sumber menyebutkan bahwa proyek tersebut telah sepenuhnya dibatalkan.
Keputusan ini tidak terlepas dari respons pasar terhadap Galaxy S25 Edge. Meskipun mengusung desain yang sangat tipis sebagai nilai jual utama, kenyataannya desain tersebut harus mengorbankan banyak hal.
Galaxy S26 Edge hanya dilengkapi dengan baterai 3.900mAh, yang dianggap kurang memadai untuk penggunaan sehari-hari, terutama di segmen flagship.
Keluhan mengenai daya tahan baterai menjadi salah satu kritik yang paling sering disampaikan oleh pengguna.
Selain itu, di sektor kamera, ponsel Android tertipis milik Samsung ini tidak memiliki lensa telefoto. Ketidakhadiran kamera ini membatasi fleksibilitas dalam fotografi, terutama untuk kebutuhan zoom.
Apple Pangkas Produksi iPhone Air
Dalam laporan terpisah pada Oktober 2025, Apple juga dikabarkan memangkas produksi iPhone Air hingga satu juta unit.
Minimnya dorongan dari pesaing utama membuat Samsung tidak memiliki alasan kuat untuk terus berinvestasi di segmen ponsel ultra tipis yang bersifat terbatas.
Meskipun ada kabar bahwa baterai yang lebih besar sedang dipertimbangkan untuk model Edge generasi berikutnya, masih belum jelas apakah itu cukup untuk memberikan daya tahan baterai seharian penuh dan mengubah sentimen pembeli.
Saat ini, Samsung diperkirakan akan lebih fokus pada desain unggulan yang lebih seimbang. Situasi ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam industri.
Walaupun HP ultra tipis menarik perhatian, konsumen tetap memprioritaskan daya tahan baterai, kinerja, dan kemudahan penggunaan secara keseluruhan.
Jika tren saat ini terus berlanjut, tahun 2026 bisa menjadi jeda atau bahkan akhir dari eksperimen ponsel unggulan ultra tipis bagi Samsung dan Apple.