Regulasi TikTok di AS akan Diperbarui, Algoritmanya akan Berubah
Keputusan akhir telah diambil, di mana Algoritma TikTok akan diregulasi ulang dan dikalibrasi oleh Oracle agar dapat digunakan kembali di Amerika Serikat.
Algoritma TikTok berfungsi sebagai sistem yang menentukan konten apa yang ditampilkan kepada pengguna, berdasarkan pengumpulan dan evaluasi data dari minat yang telah ditunjukkan sebelumnya. Kini, algoritma tersebut diharuskan untuk mengalami perubahan dan regulasi oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Oracle. Menurut laporan BBC pada Selasa (23/9/2025), keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat untuk kembali menggunakan aplikasi TikTok di AS.
Kapan Regulasi Baru ini Dilakukan? Dari informasi yang beredar, regulasi tersebut mulai diterapkan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan untuk mencegah dan membatalkan larangan penggunaan aplikasi di AS telah disetujui, kecuali untuk aplikasi yang dibuat oleh perusahaan China induk ByteDance yang masih dilarang.
Meskipun kebijakan ini tampak kurang menguntungkan, sebenarnya tujuan dari penerapan regulasi TikTok melalui Oracle adalah untuk memungkinkan aplikasi TikTok kembali beredar di AS.
Algoritma resmi TikTok akan mengalami perubahan
Selama berbulan-bulan, berita mengenai kesepakatan ini telah menjadi perbincangan. Pada bulan Juni 2025, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut akan rampung dalam waktu sekitar dua minggu. Ternyata, para pejabat China akhirnya memberikan persetujuan untuk kesepakatan baru ini setelah seorang regulator di China mengonfirmasi bahwa versi TikTok untuk AS yang baru akan tetap menggunakan algoritma yang dikembangkan di China.
Namun, The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa "insinyur TikTok akan menciptakan kembali" algoritma aplikasi tersebut untuk versi baru dari TikTok. Setelah menunggu cukup lama, kini kabar tersebut telah terkonfirmasi. Perjanjian baru yang disetujui oleh Presiden Trump telah mengubah algoritma TikTok secara resmi.
Pengawasan terhadap data perlu dilakukan secara rutin
Proses ini akan memanfaatkan teknologi yang diizinkan oleh ByteDance, yang merupakan perusahaan induk TikTok. Diketahui bahwa perusahaan tersebut tengah melakukan pengujian terhadap aplikasi baru ini. Mengenai masalah keamanan data, Oracle akan mengambil alih tanggung jawab untuk mengawasi data pengguna di AS dalam seluruh kegiatan operasional.
Perlu dicatat bahwa TikTok dan Oracle telah menjalin kerja sama dalam aspek keamanan data selama bertahun-tahun, setelah adanya negosiasi antara kedua perusahaan dan pemerintah AS sebelumnya.