Penemuan Baru Ungkap Penyebab Ledakan Kapal Selam Wisata Titanic
Penyelidikan baru mengungkap bahwa kerusakan pada sambungan antara serat karbon dan cincin titanium mungkin menjadi penyebab ledakan tragis.
Penyelidikan terbaru mengenai ledakan submersible Titan atau kapal selam wisata Titanic yang tragis telah mengungkap detail mengejutkan yang mungkin menjadi penyebab insiden tersebut. Sebelumnya, dugaan awal menyebut bahwa submersible tersebut hancur karena kerusakan pada eksterior yang tidak mampu menahan tekanan laut dalam.
Namun, teori baru menyebutkan bahwa Titan mengalami malfungsi beberapa hari sebelum misi fatalnya ke lokasi bangkai Titanic pada Juni 2023. Ilmuwan yang bersaksi dalam sidang terkait insiden ini mengungkap bahwa malfungsi tersebut menyebabkan para penumpang terombang-ambing di dalam kabin, dan seorang kru jatuh menabrak dinding pembatas.
Fisikawan Dr. Steven Ross menduga inilah titik awal air mulai merembes ke dalam Titan. Mengutip DailyMail, Jumat (20/9), Scott Manley, seorang astrofisikawan, juga mendukung teori ini setelah meninjau rekaman puing-puing submersible yang dirilis minggu ini.
Menurutnya, sambungan yang rusak antara serat karbon di lambung kapal dan cincin titanium di bagian depan menjadi titik awal terjadinya ledakan. Manley menjelaskan lebih lanjut bahwa air yang masuk menyebabkan retakan yang menyebar ke seluruh lambung submersible, menghancurkannya dari dalam dalam hitungan milidetik.
Bukti dari Reruntuhan
Rekaman yang baru dirilis memperlihatkan puing-puing serat karbon di bagian tengah lambung, sedangkan hidung dan ekor kapal tampak terpisah tanpa serpihan yang mengelilinginya. Ini mendukung teori bahwa kerusakan terjadi di sambungan lambung depan, yang menyebabkan ledakan besar.
Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa sambungan antara bagian serat karbon dan titanium di Titan menggunakan perekat yang serupa dengan teknik yang digunakan Angkatan Laut AS.
Namun, Manley mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian sedikit saja dalam fleksibilitas kedua material ini dapat menyebabkan stres tambahan pada sambungan, yang mungkin menyebabkan kegagalan struktural. Teori baru ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana tragedi ini terjadi, meskipun investigasi resmi masih berlanjut.