Orang Paling Licin Ditangkap sampai Diadakan Sayembara
Ia adalah salah satu peretas paling dicari dalam sejarah kejahatan siber global.
Pada 2015, pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri dan Biro Investigasi Federal (FBI) mengumumkan hadiah sebesar USD3 juta bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi tentang Evgeniy Mikhailovich Bogachev. Ia adalah salah satu peretas paling dicari dalam sejarah kejahatan siber global.
Mengutip TheHackerNews, Sabtu (19/7), pengumuman ini menjadi hadiah tertinggi yang pernah ditawarkan otoritas AS dalam kasus kejahatan dunia maya.
Bogachev, warga negara Rusia yang saat itu berusia 30 tahun, dituding sebagai pemimpin kelompok kejahatan siber yang menciptakan dan menyebarkan malware GameOver Zeus. Menyebabkan kerugian lebih dari USD100 juta sejak 2011 sampai 2015.
Bogachev, yang juga dikenal dengan nama samaran "lucky12345", "Slavik", dan "Pollingsoon", diyakini sebagai otak di balik jaringan botnet GameOver Zeus. Malware ini bekerja dengan cara mencuri kredensial perbankan dari komputer korban, lalu melakukan transaksi perbankan palsu secara otomatis.
Selain itu, botnet ini juga bisa digunakan untuk melakukan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) guna melumpuhkan sistem server lembaga keuangan. Namun ancamannya tak berhenti di situ.
Bogachev juga disebut sebagai pencipta ransomware CryptoLocker, program berbahaya yang mengenkripsi file korban dan meminta tebusan uang untuk memulihkannya.
CryptoLocker dikenal karena tingkat enkripsinya yang tinggi dan disebarkan melalui jaringan GameOver Zeus. Akibatnya, ratusan ribu komputer telah terinfeksi ransomware ini di seluruh dunia.
Menurut Joseph Demarest Jr., Direktur Divisi Siber FBI kala itu, Bogachev adalah “salah satu penjahat dunia maya terburuk di dunia,” sekaligus “brilian dalam apa yang ia lakukan.” Ia dikenai tuduhan konspirasi, peretasan komputer, penipuan bank, pencucian uang, dan berbagai pelanggaran lain dalam dakwaan 14 pasal yang dikeluarkan tahun lalu.
Asisten Jaksa Agung Leslie Caldwell menyatakan bahwa meski FBI berhasil mengganggu jaringan botnet GameOver Zeus dan operasi CryptoLocker, Bogachev sendiri masih belum berhasil ditangkap.
Otoritas AS menyebutkan bahwa terakhir kali Bogachev terlihat di kawasan resor tepi laut Anapa, Rusia, dan diyakini masih berada di wilayah Rusia, meski ada kemungkinan ia melakukan perjalanan ke negara lain.
Secara fisik, ia digambarkan memiliki tinggi sekitar 175 cm, berat 82 kg, dengan rambut dan mata cokelat. Kini namanya tercantum dalam daftar FBI Most Wanted Cyber Criminals. FBI berharap bahwa hadiah besar ini bisa memancing masyarakat internasional untuk memberikan informasi akurat tentang keberadaan Bogachev.
“Kami kembali meminta bantuan dunia untuk menemukan Bogachev,” kata Demarest. “Meski kami tahu dia tinggal di Rusia, hadiah ini bisa saja membuat seseorang, di mana pun itu, bersedia memberi tahu kami di mana dia berada.”