Kecewa Fast Charging Lemot? Mungkin Salah Pakai Charger
Banyak smartphone flagship China menjanjikan pengisian daya super cepat, namun tanpa charger khusus.
USB-C memang praktis, tapi soal kecepatan isi daya, port multifungsi ini ternyata menyimpan banyak teka-teki. Masalah muncul ketika banyak brand ponsel, terutama dari China, mulai menghilangkan charger dari kemasan produk mereka.
Ini menimbulkan kebingungan: charger mana yang sebenarnya bisa mengisi daya secepat klaim mereka?
Mengutip Android Authority, Selasa (25/3), brand-brand besar seperti Apple, Samsung, dan Google memang sudah lama mengandalkan standar universal seperti USB Power Delivery (PD).
Namun, banyak ponsel China justru mengandalkan teknologi fast charging eksklusif mereka sendiri, yang hanya bisa berjalan maksimal bila digunakan dengan charger bawaan. Sayangnya, charger tersebut kini sering dijual terpisah.
Contohnya, Xiaomi 15 mengklaim mampu mengisi daya hingga 90W dengan teknologi HyperCharge. Tapi, jika kamu menggunakan charger USB-C biasa dengan dukungan USB PD, daya yang masuk hanya sekitar 27W—hanya sepertiga dari klaim. Alhasil, waktu pengisian penuh membengkak dari 45 menit menjadi 75 menit.
Hal serupa terjadi pada OnePlus 13 dan OPPO Find X8 Pro. Meski dalam promosi disebut mampu mengisi cepat hingga 80W, hasil pengujian menunjukkan mereka hanya mampu mengisap daya 26W dari charger PD PPS biasa.
HONOR Magic 7 Pro dan Xiaomi 15 Ultra sedikit lebih baik karena bisa mencapai 44-60W jika menggunakan charger dengan dukungan 20V—jenis charger yang cukup langka di pasaran.
Lucunya, bahkan Google Pixel 9 Pro XL juga masuk dalam daftar ponsel yang membutuhkan charger langka untuk mencapai daya maksimalnya (45W), padahal brand ini dikenal mengusung teknologi terbuka.
Masalah semakin besar jika pengguna memakai charger lawas. Beberapa model flagship hanya mampu menyedot daya 7W hingga 14W, artinya waktu isi daya bisa memakan waktu hingga berjam-jam.
Dalam pengujian, hanya sedikit ponsel yang bisa mencapai 45W dari charger universal. HONOR dan Xiaomi 15 Ultra jadi dua contoh baik yang tetap bisa terisi di bawah satu jam meskipun tidak menggunakan charger proprietary. Tapi tetap saja, tanpa charger khusus, kecepatan isi daya yang dijanjikan terasa sekadar gimik.
Kesimpulannya, jika ingin kecepatan isi daya maksimal, gunakan charger bawaan. Namun jika ingin fleksibilitas dan kompatibilitas dengan berbagai perangkat, pilihlah charger dengan dukungan USB PD PPS dan output 20V. Ini adalah jalan tengah terbaik untuk menghindari waktu isi daya yang lambat dan tidak efisien.