Ilmuwan Temukan Kebiasaan Simpanse Kencing Ajak Teman, Mirip Perilaku Manusia
Studi menunjukkan bahwa simpanse lebih mungkin buang air setelah melihat temannya melakukannya, mirip manusia.
Penelitian terbaru dari Kyoto University, Jepang, mengungkap fakta unik bahwa buang air kecil bisa menular di kalangan simpanse.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology ini menunjukkan bahwa simpanse lebih mungkin untuk buang air setelah melihat rekan mereka melakukannya.
"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa urinasi yang menular bisa menjadi bagian dari perilaku sosial yang selama ini terabaikan," tulis para peneliti dalam laporan mereka dikutip dari NYPost, Rabu (5/2).
Tim ilmuwan melakukan studi terhadap 20 simpanse di Kumamoto Sanctuary dan menghabiskan 600 jam merekam aktivitas mereka.
Dari video tersebut, tercatat 1.328 kali urinasi, yang kemudian dianalisis menggunakan simulasi komputer untuk menentukan apakah kebiasaan tersebut terjadi secara acak atau memang menular.
Hasilnya, simpanse memang cenderung buang air kecil secara bersamaan, bukan sekadar kebetulan.
Sama dengan Kebiasaan Manusia
Menurut peneliti Shinya Yamamoto, perilaku ini bisa memiliki fungsi sosial dan evolusioner.
"Di kalangan manusia, kita tahu bahwa keputusan untuk buang air sering kali dipengaruhi oleh situasi sosial. Hal yang sama mungkin berlaku pada simpanse, yang menunjukkan asal-usul evolusi dari fenomena ini," jelasnya kepada Live Science.
Selain mempererat hubungan sosial, kebiasaan ini juga bisa membantu menipu predator. Dengan buang air secara bersamaan di lokasi yang sama, bau urin tidak akan terdeteksi sebagai jejak individu tertentu, sehingga bisa mengurangi risiko ancaman pemangsa.
Meski temuan ini menarik, para ilmuwan menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme di balik urinasi menular pada simpanse.
"Dengan mempelajari kebiasaan ini pada kerabat terdekat manusia, kita mungkin bisa menemukan asal-usul perilaku serupa dalam kehidupan manusia," ungkap peneliti Ena Onishi.