AI Justru Dianggap Tak Membantu Kerja Developer IT
Penelitian terbaru mengungkap bahwa penggunaan AI malah membuat pekerjaan developer berpengalaman menjadi lebih lambat, bukan lebih cepat.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) sering kali dipandang sebagai solusi masa depan yang dapat meningkatkan efisiensi kerja, terutama dalam bidang teknologi dan pengembangan perangkat lunak.
Berbagai perusahaan di seluruh dunia berusaha menghadirkan AI sebagai "asisten super" yang mampu membantu para developer dalam menulis kode dengan lebih cepat, mengurangi kesalahan, serta mempercepat siklus produksi aplikasi.
Namun, pandangan ini tampaknya tidak sepenuhnya benar. Sebuah penelitian terbaru justru mengungkapkan sisi lain dari penggunaan AI dalam dunia pemrograman.
Mengacu pada laporan dari Reuters pada Senin (14/7), penelitian terbaru menunjukkan bahwa alat bantu berbasis AI justru memperlambat kinerja para developer yang berpengalaman.
Temuan ini tentunya mengejutkan, terutama karena bertentangan dengan ekspektasi banyak pelaku industri. Penelitian tersebut dilakukan oleh METR, sebuah organisasi riset nirlaba yang berfokus pada pengujian teknologi AI dalam praktik.
Para peneliti dari METR mengamati secara langsung bagaimana sekelompok programmer senior menggunakan Cursor, salah satu AI coding assistant yang cukup populer di kalangan developer.
Ketika diminta untuk memanfaatkan AI dalam tugas mereka, para programmer tersebut awalnya optimis bahwa produktivitas akan meningkat secara signifikan. Bahkan, sebelum memulai tugas, mereka memperkirakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan bisa berkurang hingga 24 persen.
Harapan ini tidaklah tanpa dasar, mengingat selama ini AI dianggap mampu menyederhanakan proses coding dengan memberikan saran instan, memperbaiki error, dan menyusun ulang struktur kode.
Dengan adanya asisten seperti Cursor, banyak yang beranggapan bahwa pekerjaan menulis kode akan menjadi lebih ringan, cepat, dan akurat. Namun, studi ini menunjukkan bahwa kenyataan sering kali tidak sesuai dengan harapan.
Fakta yang tidak sesuai dengan harapan
Studi yang dilakukan oleh METR menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam penyelesaian tugas justru menyebabkan waktu yang dibutuhkan meningkat sebesar 19 persen. Hal ini berarti bahwa kecepatan kerja menjadi lebih lambat dibandingkan saat tugas tersebut dikerjakan secara manual oleh developer berpengalaman.
Joel Becker, salah satu penulis studi tersebut, mengaku terkejut dengan temuan ini. "Saat kami melihat rekaman videonya, AI memang memberikan beberapa saran, tetapi sering kali hanya 'hampir benar' dan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan," ujarnya.
Nate Rush, rekan Becker yang juga terlibat dalam penelitian ini, awalnya memperkirakan bahwa AI akan mampu meningkatkan kecepatan kerja para developer. Namun, ia justru menemukan bahwa AI seringkali menambah beban kerja karena saran yang diberikan perlu dikoreksi kembali. Temuan ini menantang anggapan umum bahwa AI selalu meningkatkan produktivitas para insinyur.
AI Tidak Selalu Efektif
Penelitian sebelumnya memang menunjukkan hasil yang berbeda. Sebagai contoh, ada satu studi yang mengklaim bahwa AI dapat meningkatkan kecepatan kerja coder hingga 56 persen. Namun, studi METR membuktikan bahwa hasil tersebut tidak berlaku dalam setiap situasi.
Salah satu faktor kunci yang memengaruhi adalah konteks penggunaan. Penelitian ini menekankan bahwa developer yang sudah sangat familiar dengan kode yang mereka kerjakan justru menjadi lebih lambat ketika menggunakan AI. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan untuk meluangkan waktu tambahan untuk meninjau dan memperbaiki saran yang diberikan oleh AI. Proses ini ternyata lebih memakan waktu dibandingkan jika mereka menulis kode secara langsung tanpa bantuan AI.
Meskipun perkembangannya lambat, AI tetap menarik minat banyak orang
Walaupun hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan, mayoritas peserta penelitian tetap menggunakan AI hingga saat ini. Mereka menyatakan bahwa AI membuat proses development menjadi lebih mudah dan tidak terlalu melelahkan. Joel Becker menambahkan bahwa para developer tidak selalu berfokus pada pencapaian hasil tercepat.
"Kadang mereka memilih jalur yang lebih ringan secara kognitif," ujarnya.
Dengan kata lain, meskipun AI mungkin tidak mempercepat proses, ia dapat membuat pengalaman kerja menjadi lebih menyenangkan. Misalnya, saat mengedit tulisan, prosesnya terasa lebih ringan dibandingkan harus memulai dari halaman kosong.
Para penulis studi juga mengakui bahwa temuan ini mungkin tidak berlaku untuk semua tingkat developer. Dalam situasi lain, seperti bagi pemula atau mereka yang bekerja dengan kode yang tidak familiar, AI bisa sangat bermanfaat.