Penelitian Ilmiah
Berita Utama
-
-
-
berita update Ilmuwan Bereksperimen Masukkan DNA Manusia ke Dalam Seekor Tikus, Hal Mengejutkan Terjadi
-
berita update Ilmuwan Prediksi Kapan Kehidupan di Bumi Ini Bakal Berakhir, Lebih Cepat dari Perkiraan Sebelumnya
-
bangunan kuno Bangunan Berusia 4.000 Tahun Ini Dibangun Kawanan Serangga, Bisa Terlihat dari Luar Angkasa
-
berita paham Semakin Religius, Semakin Percaya Ilmuwan: Penelitian Terbaru Temukan Masyarakat Indonesia Masih Percaya Ilmuwan, Ungguli Jepang dan Inggris
-
-
astronomi Ilmuwan Tangkap Sinyal Misterius dari Luar Angkasa Selama 35 Tahun, Muncul Setiap 22 Menit Namun Tak Ada yang Tahu Itu Apa
-
asteroid Jika Asteroid Tidak Menghantam Bumi, Apakah Dinosaurus Masih Bisa Hidup Hingga Kini? Ini Kata Ilmuwan
-
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Ombudsman Buka Suara Tanggapi Penangkapan Ketua Hery Susanto Terkait Dugaan Korupsi
-
Kronologi Penangkapan Ketua Ombudsman Hery Susanto, Diduga Terima Rp1,5 Miliar dari Perusahaan Tambang
-
Profil Hery Susanto, Ketua Ombudsman RI Baru Sepekan Menjabat Ditangkap Kejagung
-
Duduk Perkara Ketua Ombudsman Terseret Kasus Hukum dan Ditetapkan Sebagai Tersangka
-
Baru Menjabat Beberapa Hari, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung
Berita Utama Lainnya
-
be smart Ilmuwan Temukan Fosil Gigi Berusia 1,77 Juta Tahun, Ungkap Mengapa Masa Kanak-Kanak Manusia Berlangsung Lebih Panjang
-
berita update Ilmuwan Ungkap Kera Berlayar dari Afrika ke Amerika Pakai Rakit 35 Juta Tahun Lalu, Ini Buktinya
-
-
-
berita update Ilmuwan Indonesia dan Jepang Ubah Kecoak Jadi Cyborg dengan Kekuatan Super, Ini Kehebatannya
-
antarktika Penelitian Ungkap Lubang Ozon di Atas Antarktika Mulai Menutup dengan Akurasi Hampir 100 Persen, Ini Dampaknya Bagi Bumi
-
arkeologi Ilmuwan Temukan Nenek Moyang Bakteri Penyebab Wabah Pes, Menempel pada Gigi Domba Berusia 4.000 Tahun
-
berita paham Ilmuwan Ungkap Menikmati Karya Seni Bermanfaat Bagi Kesehatan, Ini Dampaknya Bagi Tubuh
-
amerika serikat Ilmuwan Temukan Fosil Telur Raksasa Berusia 66 Juta Tahun, Diduga Milik Reptil Laut Purba
-
Para peneliti mengumpulkan data arkeologi dari salah satu situs penting hominin awal di Tanzania.
Makanan yang dikonsumsi manusia purba berpengaruh pada perkembangan otak.
Penelitian ini bermula dari pengalaman ilmuwan yang selamat dari kecelakaan mobil.
Penelitian ini mengisi kesenjangan signifikan dalam sejarah genetik Kepulauan Wallacea dan wilayah Papua Barat di Indonesia.
Matahari tiba-tiba berubah warna mulai dari ungu, hijau, dan biru pada bulan Agustus sekitar 200 tahun lalu.
Alat pemantauan tradisional hanya fokus pada pengukuran aktivitas seismik dan pengumpulan sampel gas.
Kerangka ini berasal dari zaman setelah pendudukan Romawi berakhir sampai invasi Anglo-Saxon dan Viking.
Temuan mengejutkan ini terungkap dalam penelitian terbaru ilmuwan dari China, AS, dan Italia.
Ilmuwan menyebut nenek moyang manusia awal ini sebagai "pelari yang buruk".
Puluhan pasien yang diteliti mengalami berbagai macam gejala.