Teliti Fosil Gigi Geraham Berusia 3,7 Juta Tahun, Ilmuwan Ungkap Nenek Moyang Manusia Ini Tidak Makan Daging

Makanan yang dikonsumsi manusia purba berpengaruh pada perkembangan otak.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Teliti Fosil Gigi Geraham Berusia 3,7 Juta Tahun, Ilmuwan Ungkap Nenek Moyang Manusia Ini Tidak Makan Daging
Teliti Fosil Gigi Geraham Berusia 3,7 Juta Tahun, Ilmuwan Ungkap Nenek Moyang Manusia Ini Tidak Makan Daging (Merdeka.com)

Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan menemukan bukti bahwa nenek moyang manusia awal, Australopithecus, memakan sangat sedikit daging atau bahkan tidak mengonsumsi daging sama sekali. Australopithecus adalah manusia purba yang memiliki ciri percampuran kera dan manusia.

Menurut para peneliti, manusia purba ini bergantung pada makanan berbasis tumbuhan. Dikutip dari Reuters, Jumat (17/1), penelitian ini memastikan makanan dari tujuh individu Australopithecus yang berasal dari Afrika Selatan antara 3,7 juta dan 3,3 juta tahun lalu berdasarkan enamel (email) gigi mereka.

"Daging kemungkinan besar memainkan peran penting dalam perluasan kapasitas tengkorak – perkembangan otak yang lebih besar – selama evolusi manusia. Sumber daya hewani menyediakan sumber kalori yang sangat terkonsentrasi dan kaya akan nutrisi penting, mineral dan vitamin yang penting untuk memberi bahan bakar pada otak yang besar," jelas penulis utama studi dan ahli geokimia Tina Lüdecke dari Institut Kimia Max Planck di Jerman dan Universitas Witwatersrand di Afrika Selatan.

Tujuh individu manusia purba yang diteliti adalah vegetarian. Mereka mengonsumsi buah-buahan, daun-daunan, dan beberapa tanaman berbunga di lanskap sabana.

Australopithecus memiliki proporsi wajah seperti kera dan otak sekitar sepertiga ukuran spesies kita, serta lengan yang relatif panjang dengan jari-jari melengkung, cocok untuk memanjat pohon. Australopithecus berdiri dengan dua kaki dan berjalan tegak.

Salah satu fosil Australopithecus paling terkenal disebut Lucy, ditemukan di Ethiopia pada 1974 dan berusia sekitar 3,2 juta tahun. Lucy kemungkinan besar seorang betina dengan tinggi sekitar 1 meter. Sementara Australopithecus jantan biasanya lebih besar atau lebih tinggi.

Analisis Tujuh Gigi Geraham

Teliti Fosil Gigi Geraham Berusia 3,7 Juta Tahun, Ilmuwan Ungkap Nenek Moyang Manusia Ini Tidak Makan Daging
Ilustrasi gigi geraham Australopithecus Dominic Jack, Max Planck Institute for Chemistry, Germany/Handout via REUTERS

Para peneliti menganalisis tujuh fosil geraham yang ditemukan di gua Sterkfontein dekat Johannesburg, bagian dari kawasan “Tempat Lahir Manusia” di Afrika Selatan yang dikenal sebagai tempat menghasilkan fosil hominin awal.

Rasio dua bentuk berbeda - isotop - unsur nitrogen pada gigi Australopithecus sangat mirip dengan fosil hewan herbivora dalam ekosistem yang sama seperti antelop, dibandingkan dengan hewan karnivora seperti hyena, macan tutul, dan kucing bertaring tajam.

Perubahan ukuran otak manusia purba ini diperkirakan ada kaitannya dengan makanan yang mereka konsumsi. Australopithecus memiliki otak lebih kecil dibandingkan hominin lainnya,

"Tidak mengonsumsi daging mamalia dalam jumlah besar konsisten dengan hipotesis bahwa perubahan pola makan berperan dalam perluasan otak," jelas penulis studi lainnya dan kepala laboratorium geokimia isotop organik Institut Max Planck untuk Kimia, Alfredo Martínez-García.

“Jika kami menemukan bahwa Australopithecus mengonsumsi daging dalam jumlah besar, kami akan menyimpulkan bahwa peningkatan volume tengkorak pada spesies hominin lain bukan disebabkan oleh konsumsi daging,” tambah Martínez-García.

Konsumsi daging juga mungkin berkontribusi pada peningkatan tinggi badan, berkurangnya ukuran usus, kompleksitas sosial, dan penggunaan peralatan di kalangan hominin.

“Pertanyaan penting yang masih tersisa adalah: siapa yang pertama kali mengonsumsi daging, kapan daging mulai dikonsumsi, dan kapan daging menjadi sumber daya yang cukup signifikan untuk mendorong adaptasi morfologi?” kata Ludecke.

Hasil temuan para peneliti ini diterbitkan pada hari Kamis di jurnal Science.

Rekomendasi