Uniknya Rumah Batak Karo Siwaluh Jabu, Berbahan Kayu dan Bikin Penghuninya Tak Kepanasan
Terdapat sejumlah tahapan pembangunan rumah Siwaluh Jabu yang dibantu dukun.
Terdapat sejumlah tahapan pembangunan rumah Siwaluh Jabu yang dibantu dukun.
Uniknya Rumah Batak Karo Siwaluh Jabu, Berbahan Kayu dan Bikin Penghuninya Tak Kepanasan
Arsitektur megah berbahan kayu menjadi ciri khas rumah adat Batak Karo, Siwaluh Jabu. Secara desain, rumah ini berbentuk panggung, dengan struktur yang tinggi menjulang. Walau tidak dilapisi tembok, rumah ini tetap memberikan kesejukan terhadap penghuninya.
Bagi yang belum tahu, rumah ini bisa dilihat dari cirinya yang beratap daun dan menyerupai perahu. Atapnya akan menutup lebih dari setengah dinding, sehingga bagian utama bangunan akan tertutup susunan daun keringnya.
Corak dari rumah ini juga unik, dan tidak hanya memakai satu warna cat. Rumah adat Siwaluh Jabu jadi salah satu warisan konstruksi canggih masyarakat Batak Karo di masa silam.
Dibuat dari kayu, bambu dan ijuk
Mengutip pariwisataindonesia.id, bangunan Siwaluh Jabu menggunakan material alami seperti kayu, bambu sampai ijuk untuk atap.
Masing-masingnya memiliki peran, seperti bambu yang berfungsi untuk kerangka, kayu untuk dinding dan atap serta ijuk untuk pelapis anti bocor.
Bahan-bahan itu tentu memiliki kekuatan tinggi, karena kayu yang digunakan adalah khusus dan yang sudah matang (tua). Keunikan lainnya adalah tidak ada unsur paku dalam pendirian rumah adat ini.
Dikenal sebagai rumah delapan ruangan
Menurut bahasa setempat, Siwaluh artinya delapan dan Jabu adalah ruangan. Rumah ini kemudian diartikan sebagai rumah dengan delapan ruangan.
Delapan ruangan ini nantinya akan dihuni oleh masing-masing keluarga karena rumah ini sejatinya merupakan rumah untuk 8 keluarga.
Untuk unsurnya sendiri, pertama adalah bagian kolong yang pada zaman dulu digunakan untuk memelihara hewan ternak seperti ayam dan yang lainnya. Lalu ada juga bagian tengah untuk istirahat, makan, berkumpul dan memasak dari sang pemilik.
Lalu terdapat ruang lainnya seperti kamar, ruang berkumpul, untuk tamu, teras dan sisi lainnya dari rumah Siwaluh Jabu.
Tamu harus hormati pemilik rumah
Secara tidak langsung, rumah ini didesain agar para tamu bisa menghormati pemilik rumah.
Ini terlihat dari desain pintu utama menuju ruangan ini yang dibuat lebih pendek dari tubuh manusia.
Sehingga siapapun yang masuk harus sedikit menunduk, sebagai lambang menghormati pemilik rumah yang sudah mengizinkan tamunya masuk.
Di sisi dalam rumah juga terdapat ruangan yang bisa difungsikan untuk menyimpan barang dengan jumlah banyak, salah satunya kayu bakar.
Gambar: Kemdikbud
Penghuni dijamin tak kepanasan
Kayu menjadi benda yang mampu menyerap panas, jika suhu di luar tinggi maka udaranya bisa masuk ke dalam. Namun hal berbeda justru ditemui di rumah Siwaluh Jabu ini.
Walau seluruh unsurnya dibuat memakai kayu, penghuninya dijamin tidak akan kepanasan, dan justru mendapatkan angin segar.