Ajaibnya Aek Sipaulak Hosa Loja di Dairi, Mata Air Berkhasiat yang Keluar dari Ketukan Tongkat Raja

Air ini dikenal sakral karena mampu menyembuhkan berbagai penyakit dan mendatangkan jodoh.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Ajaibnya Aek Sipaulak Hosa Loja di Dairi, Mata Air Berkhasiat yang Keluar dari Ketukan Tongkat Raja
Ajaibnya Aek Sipaulak Hosa Loja di Dairi, Mata Air Berkhasiat yang Keluar dari Ketukan Tongkat Raja (Merdeka.com)

Mata air bernama Aek Sipaulak Hosa Loja di Kampung Paropo, Desa Silalahi, Kecamatan Silahsabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dikenal sakral oleh warga sekitar. Sisi keramat berasal dari kepercayaan atas warisan kekuatan dari legenda ketukan tongkat Raja Silahisabungan saat menolong istrinya yang sedang hamil di masa lampau.

Berdasarkan cerita yang beredar, sumber mata air tiba-tiba muncul setelah ia berdoa dan mengetukkan tongkat ke tanah ketika sang istri kelelahan dan kehausan. Kejadian ini berlangsung saat keduanya tengah melakukan perjalanan untuk bersilaturahmi menuju keluarga besar raja.

Dari informasi turun temurun inilah, warga kemudian mempercayai bahwa air yang muncul dari situs Aek Sipaulak Hosa Loja memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dengan keindahan alam dan makna yang mendalam, tempat tersebut jadi salah satu destinasi spiritual yang menarik dan tak boleh dilewatkan saat mampir ke kabupaten yang berbatasan dengan Danau Toba itu. Berikut informasinya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Legenda Aek Sipaulak Hosa Loja jadi warisan budaya Raja Silahisabungan yang merupakan nenek moyang warga Batak marga Silalahi Nabolak. Mengutip laman Disparbudpora Kabupaten Dairi, air ini muncul atas ketulusan sang raja yang tak tega menyaksikan sang istri yang tengah hamil dan merasa kelelahan.

Kisahnya dimulai saat keduanya melakukan perjalanan untuk manopot hula-hula, atau bersilaturahmi menuju keluarga besar raja Pakpak Bharat. Saat sampai di perbukitan yang kini menjadi Desa Silalahi, sang istri, Pinggan Matio boru Padang Batang Ari, mengaku kelelahan dan ingin minum.

Karena jauh dari mata air, ia kemudian merenung dan berdoa agar bisa mendapat air bersih untuk diminumkan kepada istrinya. Sembari memukul-mukul tongkat, tak disangka air yang amat deras keluar dari tanah.

Saat air keluar, Raja Silahisabungan lantas mempersilakan sang istri untuk duduk di bawah air dan menadahkan tangannya. Air kemudian diminum oleh Pinggan Matio perlahan-lahan, hingga rasa hausnya hilang.

Setelah rasa hausnya hilang, air masih terus mengalir bahkan tak berhenti sama sekali. Raja tersebut kemudian berpesan kepada keturunannya bahwa mata air bisa digunakan secara bijak, termasuk untuk memohon rezeki dan jodoh.

Setiap akhir pekan, tempat ini selalu ramai dipadati pengunjung yang penasaran dan ingin merasakan kesegaran mata air tersebut.

Dalam jadesta.kemenparekraf.go.id, disebutkan bahwa asal usul penamaan Aek Sipaulak Hosa Loja berasal dari rasa syukur Raja Silahisabungan dan istri Pinggan Matio.

Mereka menyebut kata Aek Sipaulak Hosa Loja yang berarti, air pelepas dahaga. Air ini benar-benar ajaib karena bisa muncul di titik di mana ia menancapkan tongkat berkali-kali, hingga membuat sang istri kembali pulih.

Letak air sendiri sangat mudah dijangkau, karena lokasinya tak jauh dari jalan utama. Jalur di sana juga layak dilintasi, dengan pemandangan sekitar yang teduh sehingga mampu melepas lelah.

Bagi yang ingin dimudahkan dalam perkara kesehatan, mereka akan berdatangan ke lokasi ini dan membuktikan khasiat airnya. Beberapa penyakit pun diklaim bisa sembuh, sehingga tempat ini juga dijadikan sebagai pengobatan alternatif. Selain itu, mereka yang memiliki hajat ingin menikah namun belum memiliki pasangan bisa berikhtiar di tempat ini.

Meski demikian, penjaga tetap meminta kepada pengunjung agar meyakini hadirnya air ini berasal dari permohonan Raja Silahisabungan kepada Debata Mula Jadi Nabolon atau Tuhan Yang Maha Kuasa dalam kepercayaan Batak.

Aek Sipaulak Hosa Loja
Aek Sipaulak Hosa Loja Youtube Laksana Hasugian

Mata air Aek Sipaulak Hosa memiliki sejumlah aturan penting yang harus dipatuhi pengunjung, seperti wajib membawa sirih dan jeruk purut sebagai parsantabian atau oleh-oleh bagi leluhur di sana. Parsantabian ini kemudian diletakkan di jojong, yaitu bangunan khas Batak, yang terletak di sebelah mata air.

Kemudian dilarang meneteskan darah dan kehidupan, yang berarti pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dari daging, atau yang perempuan datang saat menstruasi. Saat mandi di Aek Sipaulak Hosa, pengunjung juga diharuskan menggunakan basahan (pakaian) dan jeruk purut sebagai pengganti sampo dan sabun.

Di samping itu, pengunjung juga dilarang berkata kotor dan berperilaku tidak sopan selama berada di area mata air, demi menjaga suasana yang sakral. Untuk melaksanakan ritual, pengunjung disarankan untuk mengenakan ulos sesuai dengan anjuran Raja Silahisabungan.

Ulos yang digunakan haruslah Ulos Gobar berwarna hitam putih, khusus untuk anak laki-laki. Hal ini menambah kekayaan budaya yang ada di Aek Sipaulak Hosa, sekaligus menghormati tradisi yang telah ada.

Rekomendasi