Dijuluki sebagai James Bond-nya Indonesia, Ini Kisah Menarik Zulkifli Lubis
Zulkifli Lubis ialah sosok di balik terbentuknya Badan Intelijen Negara (BIN).
Zulkifli Lubis ialah sosok di balik terbentuknya Badan Intelijen Negara (BIN).
Dijuluki sebagai James Bond-nya Indonesia, Ini Kisah Menarik Zulkifli Lubis
Zulkifli Lubis memiliki peran penting dan menjadi dalang dibalik berdirinya Badan Intelijen Negara (BIN) di Indonesia. Sosoknya dijuluki James Bond, agen mata-mata lakayaknya dalam film James Bond.
Beliau lahir pada tanggal 26 Desember 1923 dari pasangan Aden Lubis (Bapak) dan Siti Rewan Nasution (Ibu) yang berprofesi sebagai guru di sekolah Normaalschool.
Sebelum terjun di dunia intelijen, dirinya sempat menjabat sebagaiKepala Staf TNI Angkatan Darat tahun 1955.
Masa Remaja
Selama duduk dibangku sekolah, Zulfikli bergabung di Hollandsch Inlansche School kemudian melanjutkan SMP di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Aceh.
Semasa sekolah, ia sudah rajin membaca surat kabar Deli Blaad . Dari situ, ia membaca berbagai macam pidato mulai dari Soekarno, Moh Hatta, hingga perdebatan di Volksraad.
Di MULO, ia bersama rekan-rekannya bergabung dalam kelompok Patriot yang secara diam-diam sebagai oposisi. Seperti saat upacara tidak ikut bernyanyi lagu kebangsaan Belanda.
Ikut Pendidikan Tentara Jepang
Saat masa pemerintahan Jepang, Zulkifli memutuskan untuk bergabung dalam tentara Jepang untuk para pemuda. Setelah ikut pendidikan selama dua bulan, ia ditawarkan untuk mendaptkan pendidikan Perwira Militer.
Ketika menerima tawaran pendidikan di Seinen Dojo, disitulah Zulkifli mulai mempelajari dunia intelijen. Disana ada nama-nama besar seperti Kemal Idris dan Daan Mogot yang ikut pendidikan sebagai angkatan pertama.
Belajar Intelijen
Pada tahun 1944, Zulkifli diajak okeh Rokugawa atau bekas komandan Seinen Dojo untuk ikut ke Malayisa dan Singapura. Disana, ia sekamar dengan intelijen Jepang dan sering bercerita kepadanya soal pengalaman menjadi intelijen di Vitenam.
Disana Zulkifli merupakan orang satu-satunya dari Indonesia yang bisa ikut belajar tentang dunia intelijen dalam bimbingan dari Rokugawa. Selama di negara tersebut, Zulkifli diwajibkan melapor kepada Komandan Jepang untuk Asia Tenggara.
Kembali ke Tanah Air
Setelah belajar intelijen di Singapura dan Malaysia, Zulkifli kembali ke Indonesia dan langsung melibatkan diri dalam rencana Jepang untuk membentuk kelompok intelijen di berbagai lokasi di Pulau Jawa.
Pasca Kemerdekaan, Zulkifli dipercaya sebagai pimpinan pusat Badan Keamanan Rakyat, kemudian membentuk Penyelidikan Militer Chusus (PMC) pada tahun 1945.
Sesudah menjadi pimpinan di Badan Keamanan Rakyat yang cikal bakal TNI, Zukifli berhasil membentuk organisasi intelijen pertama di Indonesia bernama Badan Istimewa atau BI.
Setelah Agresi Militer Belanda, dirinya berinisatif dengan melatih 35 remaja dari penjuru daerah untuk menjadi perwira intelijen Indonesia angkatan pertama.