Cara Pemilihan Pemenang Ballon d'Or beserta Kriteria dan Prosesnya
Penting diketahui, berikut ini beberapa cara untuk menentukan pemenang Ballon d'Or.
Penghargaan Ballon d'Or yang diselenggarakan oleh France Football setiap tahunnya merupakan gelar individu paling dihormati dalam dunia sepak bola. Meskipun begitu, masih banyak yang mempertanyakan bagaimana proses penentuan pemenang dilakukan.
France Football telah menetapkan tiga kriteria utama yang harus menjadi acuan bagi para pemilih dalam menentukan siapa yang berhak membawa pulang trofi bergengsi ini:
- Performa individu, dampak dalam pertandingan, serta karakter pemain yang mengesankan.
- Kontribusi terhadap pencapaian tim.
- Sikap sportif dan kepribadian, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Ini menunjukkan bahwa sekadar mencetak banyak gol atau meraih banyak trofi tidaklah cukup. Cara seorang pemain memberikan kontribusi bagi tim dan bagaimana ia bersikap sebagai seorang profesional juga sangat diperhitungkan.
Selain itu, riwayat karier serta pencapaian di masa lalu tidak seharusnya memengaruhi keputusan pemilihan. Seorang pemain tidak seharusnya mendapatkan keuntungan hanya karena pernah memenangkan Ballon d'Or atau memiliki reputasi besar sebelumnya.
Penilaian sepenuhnya difokuskan pada performa yang ditunjukkan dalam periode yang telah ditentukan.
Sistem Baru
Sebelumnya, penilaian untuk penghargaan Ballon d'Or dilakukan berdasarkan tahun kalender, yaitu dari bulan Januari hingga Desember. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, France Football telah melakukan perubahan pada sistem penilaiannya agar lebih sesuai dengan jadwal musim kompetisi di Eropa.
Sebagai contoh, untuk edisi 2025, penilaian akan mencakup performa pemain dari awal musim yang dimulai pada bulan Agustus 2024 hingga berakhirnya Piala Dunia Antarklub 2025. Dengan demikian, sistem baru ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kinerja pemain selama periode kompetisi yang relevan.
Pemain di Klub Eropa
Pada 1956, Ballon d'Or pertama kali diperkenalkan dengan syarat hanya untuk pemain Eropa yang bermain di klub-klub Eropa. Namun, tahun 1995, aturan tersebut mengalami perubahan, di mana penghargaan ini mulai mencakup pemain dari berbagai negara, asalkan mereka berkarier di klub Eropa.
Sejak tahun 2007, penghargaan ini telah diperluas lagi sehingga semua pemain profesional di seluruh dunia dapat berpartisipasi. Meskipun demikian, kenyataannya, pemain yang berkompetisi di klub-klub Eropa masih menjadi yang teratas karena tingkat persaingan di liga tersebut dianggap lebih tinggi, serta mendapatkan perhatian media yang lebih besar.
Proses pengumpulan suara
Penyusunan daftar awal yang terdiri dari 30 nominasi dilakukan oleh tim dari France Football dan L'Equipe, dengan kadang-kadang melibatkan mantan pemain atau penerima Ballon d'Or sebelumnya.
Setelah daftar tersebut disusun, proses voting dilakukan oleh jurnalis dari 100 negara yang memiliki peringkat FIFA tertinggi. Setiap jurnalis diminta untuk memilih 10 pemain favoritnya dan memberikan poin sesuai dengan urutan pilihan mereka.
Poin yang diberikan adalah sebagai berikut:
- Peringkat 1: 15 poin
- Peringkat 2: 12 poin
- Peringkat 3: 10 poin
- Peringkat 4 hingga 10: 8, 7, 5, 4, 3, 2, dan 1 poin secara berurutan.
Pemain yang berhasil mengumpulkan total poin terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.
Apabila terdapat dua pemain yang memiliki jumlah poin yang sama, penentuan pemenang dilakukan berdasarkan jumlah suara terbanyak di peringkat pertama. Jika hasilnya masih imbang, maka akan dilihat dari jumlah suara di peringkat kedua, dan seterusnya.
Menariknya, hasil voting ini dipublikasikan secara terbuka setelah acara penganugerahan, untuk menjamin transparansi dalam proses pemilihan.
Sumber: Sporting News