Waspadai Stroke Ringan: Sakit Kepala Tiba-Tiba Bisa Jadi Pertanda
Jangan sepelekan sakit kepala yang tiba-tiba muncul! Hal ini bisa jadi tanda awal stroke ringan.
Penderita stroke ringan memiliki kemungkinan untuk sembuh yang cukup tinggi apabila mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, sehingga tidak perlu khawatir kondisi mereka akan berkembang menjadi stroke berat.
Dr. Harsan, seorang Dokter Spesialis Bedah Saraf Sub Spesialis Bedah Saraf Neurovaskular di Siloam Hospitals Lippo Village, menjelaskan langkah-langkah yang harus diambil ketika ada anggota keluarga yang mengalami penyakit penyumbatan pembuluh darah di otak.
Menurutnya, setiap gejala sekecil apapun yang mengarah pada stroke harus segera diperiksakan ke rumah sakit terdekat.
Misalnya, jika seseorang mengalami sakit kepala yang tiba-tiba dan sangat hebat, seperti sensasi dipukul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
"Jangan anggap remeh gejala yang ditunjukkan tubuh. Sekecil apapun, segera lakukan pemeriksaan, terutama jika memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, atau merokok," ungkap Dr. Harsan.
Jika pembuluh darah utama yang mengalami kerusakan, maka kerusakan pada otak bisa menjadi lebih luas. Gejala yang muncul pun bervariasi, seperti kesulitan berbicara yang mendadak tidak jelas, tangan yang tiba-tiba lemas, atau kesulitan dalam bergerak. Penanganan yang cepat sangat penting untuk meminimalisir dampak yang lebih parah akibat stroke.
Proses penggunaan zat kontras
Pada kondisi stroke ringan, gejala dapat muncul secara mendadak, seperti kesulitan berbicara yang dapat pulih setelah pasien beristirahat.
Penentuan apakah seseorang mengalami stroke ringan atau berat tidak ditentukan oleh pasien atau keluarganya, tetapi oleh tenaga medis yang berkompeten.
Ketika pasien datang ke rumah sakit dengan gejala yang mencurigakan, dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan CT-Scan atau MRI untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyumbatan pada pembuluh darah di otak. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sumbatan, Siloam Hospitals akan melanjutkan dengan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan Digital Subtraction Angiography (DSA).
Teknik DSA ini memungkinkan dokter untuk melihat pembuluh darah otak secara rinci dengan menghilangkan bayangan dari tulang serta jaringan di sekitarnya.
"Dengan DSA, terlihat pembuluh darah yang tersumbat di mana, sebesar apa, dan berapa persen, sehingga kami bisa menentukan langkah pengobatan selanjutnya," jelas Dr. Harsan.
Prosedur DSA dilakukan dengan menyuntikkan zat kontras ke dalam pembuluh darah melalui kateter kecil yang dimasukkan. Zat kontras ini berfungsi untuk memperjelas gambar pembuluh darah, sehingga tidak terhalang oleh struktur tulang atau organ lainnya, bahkan dapat dilihat dalam tiga dimensi.
Siapa saja yang memerlukan metode DSA?
Hasil dari pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mengidentifikasi adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah, serta mendeteksi pelebaran pembuluh darah (aneurisma) yang berpotensi pecah.
Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat mengungkap kelainan pada pembuluh darah seperti arteriovenous malformation (AVM).
"Pemeriksaan DSA memberikan informasi sangat detail terkait kondisi pembuluh darah otak. Hal ini membantu kami merencanakan terapi terbaik, baik untuk pencegahan maupun penanganan kasus vaskular kompleks," jelas Dr. Harsan.
Pemeriksaan DSA sangat dianjurkan untuk pasien yang mengalami gejala seperti sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba, pusing yang berulang, riwayat stroke atau stroke ringan, gangguan dalam berbicara, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh. Selain itu, jika hasil CT Scan atau MRI menunjukkan adanya kelainan pada pembuluh darah atau terdapat riwayat keluarga yang mengalami aneurisma, maka pemeriksaan DSA juga sangat disarankan.
Semakin cepat pasien menerima perawatan medis, semakin tinggi peluang untuk sembuh dari stroke. Waktu kritis untuk penanganan adalah dalam 6 jam sejak gejala pertama kali muncul. Di Kementerian Kesehatan, hal ini dikenal dengan akronim SEGERA: senyum tidak simetris, gerak separuh tubuh melemah tiba-tiba, bicara pelo, serta gejala tambahan seperti pandangan kabur, kebas di satu sisi tubuh, atau sakit kepala hebat yang mendadak.
"Saat pasien sampai di UGD, tim medis akan menanyakan jam gejala muncul. Hal ini sangat penting, karena menentukan tindakan penanganan yang tepat," ungkap Dr. Harsan.
Dengan demikian, informasi mengenai waktu kemunculan gejala sangat krusial dalam menentukan langkah-langkah medis yang diperlukan untuk menangani kondisi pasien dengan cepat dan efektif.