Usai Periode ASI Eksklusif, Lebih Baik Anak Diberi Susu UHT atau Susu Formula?
Setelah periode menyusui eksklusif, anak yang sedang tumbuh sering diberikan susu formula atau susu UHT. Di antara keduanya, mana yang lebih baik?
Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi yang paling penting bagi bayi dari saat lahir hingga mencapai usia enam bulan. Pemberian ASI dapat diteruskan hingga anak berusia dua tahun. Setelah masa pemberian ASI eksklusif, biasanya anak akan diperkenalkan dengan susu formula serta susu Ultra High Temperature (UHT).
Menurut penjelasan dokter spesialis anak, Dian Sulistya Ekaputri, terdapat perbedaan yang signifikan antara susu formula dan susu UHT. "Di antara berbagai jenis susu yang tersedia, susu formula kerap menjadi pilihan orangtua untuk anak-anaknya. Dibanding berbagai jenis susu seperti Ultra High Temperature (UHT), susu formula atau pertumbuhan memiliki banyak keunggulan," ungkap Dian.
Dian juga menekankan bahwa susu formula kaya akan nutrisi penting. Nutrisi tersebut mencakup zat besi dan vitamin C, yang sangat diperlukan oleh anak-anak dalam fase pertumbuhannya. "Susu pertumbuhan ada juga yang dilengkapi dengan IronC, yaitu kombinasi unik zat besi dan vitamin C, yang dapat mendukung penyerapan zat besi hingga 2 kali lipat," jelas Dian.
Selain itu, susu formula juga berperan penting dalam mendukung perkembangan intelegensi anak, yang mencakup kemampuan belajar, kreativitas, serta kemampuan dalam memecahkan masalah. "Nutrisi yang terkandung dalam susu formula dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk kemampuan belajar, kreativitas, dan pemecahan masalah," tambah Dian.
Mengapa Banyak Ibu Memilih Susu Formula?
Pernyataan ini didukung oleh Eka Yus, seorang ibu yang tinggal di Jakarta. Ia memberikan susu formula kepada kedua anaknya selama masa pertumbuhan mereka. Menurut Eka, pemilihan susu formula dilakukan karena kandungannya yang kaya nutrisi. Ia berharap anak-anaknya mendapatkan asupan gizi yang optimal untuk mendukung perkembangan mereka. "Saat anak saya kecil memang saya selalu berikan mereka susu formula," ucap Eka Yus dalam keterangan yang sama.
Eka Yus menjelaskan bahwa keputusan untuk memberikan susu formula bukan tanpa alasan. Ia ingin memastikan bahwa kedua anaknya mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang yang sehat. Dengan demikian, ia merasa lebih tenang karena telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Pemberian susu formula menjadi bagian penting dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya di masa pertumbuhan yang krusial ini.
Rati Gustina juga menyampaikan pendapat yang serupa, di mana ia lebih memilih memberikan susu formula kepada anaknya ketimbang susu UHT. Menurutnya, susu formula memiliki kandungan yang lebih bermanfaat untuk pertumbuhan anak dibandingkan dengan susu UHT.
"Dari kandungannya juga sudah beda kan. Susu formula lebih banyak nutrisinya," ungkap Rati. Selain itu, susu UHT telah melalui proses pemanasan pada suhu di atas 135 derajat Celsius selama beberapa detik. Meskipun susu ini dianggap lebih steril, penting untuk memperhatikan penggunaannya, terutama bagi bayi, karena susu UHT tidak cocok untuk semua usia.
Selain itu, Dian menambahkan bahwa kandungan zat besi dalam susu UHT tergolong rendah. Padahal, zat besi sangat penting untuk mencegah anemia dan menjaga kesehatan sel-sel tubuh. Oleh karena itu, memilih susu yang tepat sangatlah krusial untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Memperhatikan komposisi gizi dalam susu yang diberikan kepada anak adalah langkah yang bijak untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang optimal.
Penguatan Nutrisi Menjadi Solusi Utama
Dian menjelaskan bahwa susu formula telah diperkaya dengan berbagai zat gizi melalui proses fortifikasi untuk meningkatkan kualitas nutrisinya. Susu formula ini mengandung nutrisi tambahan yang mungkin tidak terdapat dalam susu UHT, seperti prebiotik FOS:GOS, asam lemak esensial omega-3&6, serta AHA, DHA, dan LA. Nutrisi tersebut dirancang khusus untuk mendukung fungsi pencernaan yang optimal dan perkembangan kognitif anak. Selain itu, susu formula memiliki keunggulan dalam hal pencernaan yang lebih ramah bagi anak.
Bagi bayi yang baru berusia satu tahun, sistem pencernaannya belum sepenuhnya siap untuk mencerna protein dan lemak yang terdapat dalam susu sapi murni, yang umumnya lebih sulit dicerna. "Sementara susu formula yang sudah terfortifikasi serat prebiotik FOS:GOS dapat membantu pencernaan bayi," pungkasnya. Dengan demikian, susu formula menjadi pilihan yang lebih baik untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan bayi di usia dini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4946188/original/045442900_1726576235-Infografis_SQ_Wacana_Susu_Ikan_Pengganti_Alternatif_Susu_di_Program_Makan_Bergizi_Gratis.jpg)