Sudah Dua Kali Caesar, Apakah Masih Bisa Melahirkan Normal? Ini Penjelasannya
Ibu yang telah menjalani dua kali operasi caesar sering merasa ragu untuk hamil lagi.
Banyak ibu yang telah menjalani operasi caesar sebanyak dua kali merasa bimbang untuk mengandung anak ketiga. Rasa khawatir ini umumnya terkait dengan risiko terjadinya operasi caesar kembali serta kemungkinan untuk melahirkan dengan cara normal (pervaginam).
Menurut bidan dari Baby Centre United Kingdom, Clare Herbert, melahirkan secara pervaginam setelah menjalani operasi caesar dua kali atau yang dikenal sebagai VBA2C (Vaginal Birth After 2 Cesareans) adalah suatu hal yang mungkin dilakukan.
"Kebanyakan wanita yang telah menjalani hingga empat kali operasi caesar dapat berhasil melakukan VBAC tanpa mengalami komplikasi," ungkap Herbert, seperti yang dikutip dari babycentre.co.uk pada Selasa, (12/8).
Walaupun hal ini memungkinkan, risiko tetap meningkat seiring bertambahnya jumlah operasi caesar yang telah dilakukan. Herbert menjelaskan bahwa jika seorang ibu sebelumnya telah melahirkan secara pervaginam atau VBAC, maka peluangnya untuk melahirkan dengan cara normal pada kehamilan berikutnya akan lebih besar.
"Sekitar 8,5 hingga 9 dari 10 wanita yang pernah melahirkan secara pervaginam atau VBAC akan berhasil melahirkan secara pervaginam di kehamilan berikutnya," tambahnya.
Bahaya melahirkan bagi ibu yang telah menjalani beberapa kali operasi caesar
Sementara itu, jika seorang ibu belum pernah mengalami persalinan normal sebelumnya, kemungkinan keberhasilan VBAC berkisar sekitar tujuh dari sepuluh. Namun, perlu dicatat bahwa keberhasilan ini juga dipengaruhi oleh adanya komplikasi kehamilan, baik yang sedang dialami maupun yang pernah terjadi. Keberhasilan VBAC menawarkan banyak keuntungan, salah satunya adalah menghindari risiko yang terkait dengan operasi caesar berulang. Selain itu, waktu pemulihan juga cenderung lebih cepat karena tidak ada bekas luka operasi baru.
"Namun, perlu diketahui bahwa dengan VBAC, ada risiko kecil bahwa bekas luka caesar yang sudah ada dapat robek saat persalinan (ruptur uteri)," kata Herbert.
Baik memilih VBAC maupun melakukan operasi caesar berulang, jika seorang ibu telah menjalani beberapa kali operasi caesar sebelumnya, maka risiko komplikasi lain akan meningkat.
"Plasenta mungkin sulit diangkat jika menempel pada jaringan parut yang terbentuk dari operasi caesar sebelumnya (plasenta akreta), yang dapat menyebabkan perdarahan hebat," ujarnya.
"Ini mungkin terdengar menakutkan, tetapi Anda akan dianjurkan untuk melahirkan di unit yang dipimpin oleh konsultan yang memiliki ruang operasi dan layanan transfusi darah di tempat, sehingga tim medis Anda dapat bergerak cepat untuk melindungi kesehatan Anda," tambahnya.
Ibu yang menjalani VBAC lebih mungkin membutuhkan transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang dibandingkan dengan wanita yang hanya pernah menjalani satu operasi caesar sebelumnya. Risiko komplikasi luka dan cedera pada kandung kemih juga meningkat.
Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter kandungan mungkin harus melakukan histerektomi untuk mengangkat rahim, terutama jika plasenta tidak dapat diangkat atau pendarahan tidak dapat dihentikan. "Namun, hal ini hanya terjadi pada 1,5 hingga 3 dari 10 kasus ruptur uteri," tambahnya.
Tingkat keberhasilan VBA2C dan VBAC menunjukkan seberapa efektif metode persalinan tersebut dalam mencapai hasil yang diinginkan
Kelahiran pervaginam setelah dua kali operasi caesar dikenal sebagai Vaginal Birth After Two Cesareans (VBA2C). Menurut informasi yang disampaikan oleh VBAC Link, tingkat keberhasilan VBA2C hampir setara dengan tingkat keberhasilan persalinan pervaginam setelah satu kali operasi caesar. Hal ini diungkapkan dalam Buletin Praktik American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG) yang ke-184, yang mengacu pada dua penelitian besar. Kedua penelitian tersebut menyimpulkan bahwa perbedaan tingkat keberhasilan antara persalinan pervaginam setelah satu kali dan dua kali operasi caesar hanya sekitar 2 persen atau kurang, tergantung pada studi yang dianalisis.
Penting untuk dicatat bahwa studi-studi ini juga menunjukkan bahwa keberadaan bidan, dukungan dari doula (pendamping persalinan), serta proses persalinan yang berlangsung secara spontan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya persalinan pervaginam. ACOG sendiri merekomendasikan VBA2C sebagai alternatif yang aman bagi ibu yang memenuhi syarat. Sejak tahun 2010, ACOG telah menyatakan bahwa mempertimbangkan VBA2C adalah hal yang wajar untuk dilakukan oleh para ibu yang sebelumnya telah menjalani operasi caesar.
Langkah-langkah untuk mencegah ruptur uteri
Julie Francom, yang merupakan doula dan salah satu co-founder VBAC Link, menyatakan bahwa VBA2C dapat meningkatkan risiko terjadinya ruptur uteri atau robeknya dinding rahim. Meskipun demikian, terdapat berbagai langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko ini dan memastikan persalinan berjalan sesuai dengan waktu yang diharapkan.
Penelitian menunjukkan bahwa meskipun induksi dan stimulasi persalinan kadang diperlukan, keduanya juga dapat menjadi faktor risiko bagi ruptur uteri. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari dan mendiskusikan faktor-faktor ini dengan penyedia layanan kesehatan sebelum persalinan, guna meningkatkan kemungkinan keberhasilan VBAC.
Beberapa langkah yang bisa diambil untuk meminimalkan risiko tersebut antara lain:
- Hindari induksi VBAC kecuali sangat diperlukan.
- Hindari augmentasi persalinan, yang biasanya melibatkan penggunaan Pitocin untuk merangsang kontraksi.
- Batasi penggunaan Pitocin dan peningkatan dosisnya yang terlalu cepat.
- Sepenuhnya hindari penggunaan Cytotec (misoprostol/obat tukak lambung).
- Selalu bergerak, berjalan, dan mengubah posisi serta postur tubuh selama persalinan aktif.
- Jika memungkinkan, hindari pecahnya ketuban jika bayi tidak berada dalam posisi yang optimal.
- Dapatkan dukungan persalinan yang penuh perhatian dari doula VBAC atau pelatih persalinan setiap saat.
"Lakukan segala sesuatu yang Anda bisa untuk mendorong posisi janin yang optimal sebelum persalinan dimulai. Jika bayi Anda tidak dalam posisi yang baik dan persalinan terhenti, atau Anda mengalami nyeri punggung, cobalah latihan posisi janin yang optimal seperti angkat perut, berbaring miring, atau berlutut untuk mencoba dan membantu bayi berada dalam posisi yang lebih baik," saran Francom.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4345781/original/081275700_1677890542-Cerita_akhir_pekan.jpg)