Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin blak-blakan di balik usulan dokter umum dilatih melakukan operasi bedah c untuk persalinan.
Menkes melihat banyak ibu-ibu meninggal di daerah terpencil dan kepulauan karena tidak ditangani dengan baik saat proses melahirkan.
"Saya datang ke Pulau Nias, ke Pulau Taliabu, ke Pulau Anambas. Itu banyak ibu-ibu yang meninggal karena tidak tertangani pada saat lahirannya," kata Budi, kepada wartawan di Hoyek Fairmont, Jakarta, Senin (12/5).
Karena itu, kata Menkes, dokter umum lebih baik dibekali ilmu untuk melakukan bedah caesar. Sehingga bisa membantu menyelamatkan ibu dan anak.
"Saya rasa dokter-dokter di sana daripada hanya menonton rakyat atau masyarakat meninggal, harusnya diberi ilmu untuk bisa menangani mereka," ujar dia.
"Beberapa ilmu bisa diturunkan ke bawah karena dulu juga dilakukan seperti itu, itu yang saya minta," sambungnya.
Menurutnya, usulan ini tidak diperlukan di kota-kota besar. Dalam pendangannya, langkah ini akan sangat berguna bagi para dokter yang ada di desa.
"Banyak orang yang tinggal di kota mungkin tidak merasa pentingnya ini karena dia bisa akses ke dokter. Tapi masyarakat yang di desa, yang di pulau-pulau itu sangat butuh rakyat. Di Nias itu tidak ada. Jadi kalau dia mesti operasi, mesti 4 jam," imbuh Budi.
Terpisah, pemerhati kesehatan masyarakat dari UI Ngabila Salama setuju, dengan usulan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin soal melatih dokter umum agar bisa melakukan operasi bedah sesar untuk menangani persalinan.
"Terkait rencana menkes untuk melatih dokter umum melakukan operasi caesar, saya setuju jika konteks dokter umum ini adalah ppds atau residen obgyn," kata Ngabila, saat dihubungi merdeka.com, Senin (12/5).
Dia menyebut, dokter PPDS bisa diberikan pelatihan bedah caesar. Setelah mandiri, para dokter ini bisa dikirim di daerah tertinggal, terluar dan terdepan. Sehingga, kebutuhan dokter di pelosok bisa dipenuhi.
"Semoga layanan kesehatan bisa merata dan terlepas dari ini semua proses merujuk yang terbaik untuk anak adalah saat masih di dalam rahim ibu," imbuhnya.