Lapar Disertai Gemetar? Ini Sinyal Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan
Gejala seperti tubuh bergetar, lemas, dan pusing saat merasa lapar dapat menjadi indikasi hipoglikemia.
Pernahkah Anda merasakan tubuh yang tiba-tiba lemas, kepala pusing, dan tangan bergetar ketika terlambat makan?
Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai rasa lapar biasa yang sepele. Namun, sebenarnya, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal peringatan penting dari tubuh kita.
Dikutip dari Everyday Health pada Rabu, 14 Januari 2026, gejala-gejala seperti gemetar, keringat dingin, dan jantung berdebar saat lapar biasanya terjadi akibat penurunan kadar gula darah, yang dikenal sebagai hipoglikemia.
Kondisi ini muncul ketika kadar gula darah turun di bawah angka normal, yaitu sekitar 70 mg/dL. Ketika gula darah menurun, tubuh secara otomatis mengaktifkan sistem pertahanan daruratnya.
Hormon glukagon dan epinefrin (adrenalin) akan dilepaskan untuk meningkatkan kadar gula darah.
Pelepasan adrenalin inilah yang menyebabkan munculnya gejala seperti gemetar, keringat dingin, dan jantung berdebar.
Jika kadar gula darah turun lebih rendah lagi, yakni di bawah 55 mg/dL, gejala yang dialami bisa semakin serius, termasuk kebingungan, rasa kantuk yang berlebihan, hingga kesulitan dalam berbicara.
Dua Jenis Hipoglikemia
Hipoglikemia dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan waktu terjadinya:
- Hipoglikemia puasa: terjadi ketika seseorang tidak makan dalam waktu yang lama atau melewatkan jam makan.
- Hipoglikemia reaktif: terjadi beberapa jam setelah makan. Penyebab pastinya masih dalam penelitian, tetapi lebih sering dialami oleh individu yang pernah menjalani operasi bariatrik atau pemotongan lambung.
Pada umumnya, tubuh yang sehat mampu menjaga keseimbangan kadar gula darah dengan baik.
Namun, hipoglikemia lebih sering terjadi pada individu yang menderita diabetes, terutama bagi mereka yang menggunakan insulin atau obat tertentu.
Oleh karena itu, penting untuk mengawasi pola makan dan kadar gula darah, agar gejala-gejala ini dapat dihindari.
Kelompok Risiko Tinggi
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes meliputi:
- Penggunaan obat sulfonilurea, beta-blocker, atau jenis antibiotik tertentu.
- Konsumsi alkohol, yang dapat mengganggu kemampuan hati dalam melepaskan glukosa.
- Gangguan pada pankreas, hati, atau ginjal, meskipun ini jarang terjadi.
"Sangat penting bagi penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat tertentu untuk tidak melewatkan waktu makan," ujar Erin Charboneau, spesialis edukasi diabetes dari Kelly's Choice.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga pola makan yang teratur bagi mereka yang menderita diabetes. Keteraturan dalam waktu makan dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Langkah Awal Saat Tubuh Gemetar
Jika tubuh mulai bergetar, sebaiknya segera mengonsumsi karbohidrat yang cepat diserap. Beberapa contoh yang dapat dipilih adalah:
- Buah-buahan seperti pisang atau apel
- Segelas jus buah
- Minuman manis
- Beberapa keping biskuit
Bagi mereka yang mengidap diabetes, American Diabetes Association merekomendasikan pedoman yang dikenal sebagai aturan 15-15. Dalam aturan ini, langkah-langkah yang harus diikuti adalah:
- Mengonsumsi 15 gram karbohidrat
- Menunggu selama 15 menit
- Memeriksa kembali kadar gula darah
- Ulangi proses ini hingga kadar gula darah mencapai minimal 70 mg/dL