Ibu Menyusui Perlu Hati-hati Memilih Makanan dan Minuman yang Mengandung Pemanis Buatan
Ibu menyusui perlu waspada dalam memilih makanan dan minuman, terutama yang mengandung pemanis buatan, demi kesehatan ibu dan bayi.
Memilih makanan dan minuman yang tepat adalah hal penting bagi ibu menyusui. Pasalnya, asupan yang dikonsumsi tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dalam hal ini, pemilihan makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan memerlukan perhatian lebih.
Ahli gizi Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK (K) mengimbau agar ibu menyusui berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi, terutama yang mengandung pemanis buatan. 'Minuman berpemanis bisa alami bisa berpemanis buatan. Boleh dikonsumsi jika ada izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),' kata Luciana dilansir dari ANTARA.
Menurut Luciana, penting bagi ibu menyusui untuk memahami bahwa tidak semua pemanis buatan aman untuk dikonsumsi. Menurut peraturan BPOM, pemanis buatan yang boleh diedarkan untuk dikonsumsi harus memenuhi standar izin yang telah ditetapkan. Pada Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Bahan Tambahan Pangan, dijelaskan bahwa pemanis buatan tidak diperbolehkan untuk digunakan pada produk pangan yang diperuntukkan bagi bayi, anak usia di bawah tiga tahun, serta ibu hamil dan menyusui.
Pentingnya Memilih Pemanis yang Tepat
Dengan adanya regulasi tersebut, ibu menyusui disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk yang mengandung pemanis buatan. Luciana mengungkapkan, jika ibu menyusui ingin menikmati minuman manis, sebaiknya memilih minuman yang menggunakan pemanis alami atau pemanis buatan yang telah mendapatkan izin dari BPOM. Ini penting agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga.
Selain itu, konsumsi minuman manis pun perlu diperhatikan agar tidak melebihi batas yang disarankan. Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi gula dan bahan makanan manis lainnya dibatasi hingga 4 sendok makan sehari. Pengaturan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan gizi, baik untuk ibu maupun bayi.
Luciana menegaskan, 'Konsumsi minuman manis harus sesuai dengan konsumsi makan sehat yang sudah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan sesuai pedoman gizi seimbang.' Dengan kata lain, ibu menyusui perlu memperhatikan asupan gula agar tidak berlebihan dan tetap mengutamakan pola makan yang sehat.
Menjaga Keseimbangan Gizi Selama Menyusui
Untuk menjaga kelancaran air susu ibu (ASI), Luciana mengatakan, ibu menyusui dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi ibu dan bayi. Asupan kalori dibutuhkan lebih banyak selama masa menyusui, namun tetap harus mengikuti pola makan yang seimbang dan beragam.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperhatikan kecukupan cairan tubuh. Ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi 11 hingga 12 gelas cairan sehari, yang dapat berasal dari air putih, susu, atau minuman lainnya, termasuk sup dan makanan yang mengandung banyak cairan. Dengan pola makan dan hidrasi yang tepat, diharapkan ASI tetap lancar dan bayi mendapatkan gizi yang optimal.
Luciana menambahkan, 'Anjuran makan ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan bagi sang ibu dan untuk tumbuh kembang bayi. Kalori dibutuhkan lebih banyak tetapi tetap mengikuti pola makan gizi seimbang dan jenis makanan beranekaragam.' Hal ini menunjukkan bahwa ibu menyusui tidak hanya perlu memperhatikan apa yang mereka konsumsi, tetapi juga harus memastikan bahwa asupan tersebut bermanfaat bagi kesehatan mereka dan bayi.