Bisakah HMPV Berdampak Fatal Terutama pada Pasien dengan Komorbid Diabetes dan Asma?
HMPV dapat menjadi lebih berisiko bagi individu yang memiliki komorbid, seperti diabetes dan asma.
Human Metapneumovirus (HMPV) merupakan virus yang dapat menginfeksi sistem pernapasan manusia. Gejala yang ditimbulkan biasanya ringan, seperti batuk dan pilek, namun kondisi ini dapat berbahaya bagi individu yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Raden Rara Diah Handayani, Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RS Persahabatan, menyatakan bahwa individu dengan komorbid, seperti asma, diabetes, dan gangguan paru, memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi HMPV. "Yang jelas memang pada orang yang komorbid kita perlu tetap waspada, terutama adalah komorbid-komorbid yang artinya sudah ada gangguan paru. Dan, memang sebaiknya dilakukan pengontrolan pada orang dengan komorbid karena dengan (komorbid seperti) diabetes tentunya akan meningkatkan risiko penyakit infeksi yang lain lagi," ujarnya saat menjawab pertanyaan Health Liputan6.com di webinar RS Persahabatan beberapa waktu lalu.
Diah menekankan bahwa pengendalian kondisi komorbid sangat penting untuk mencegah infeksi yang lebih serius. Dia juga menambahkan bahwa pasien HMPV yang hanya mengalami gejala ringan, seperti batuk, tidak perlu dirujuk ke rumah sakit. "Menurut saya kalau gejalanya hanya batuk tidak perlu dibawa ke mana pun, obati di rumah dengan obat-obatan simptomatik, kalaupun tidak ada datang aja ke puskesmas, tidak perlu dirujuk sampai ke rumah sakit, tidak perlu juga kita rujukan apalagi ke emergensi," jelasnya.
Apakah HMPV Serius?
Namun, jika gejala HMPV yang muncul lebih parah, seperti sesak napas, situasinya menjadi berbeda. Prof. Erlina Burhan, Dokter Spesialis Paru, menegaskan bahwa gejala berat, terutama pada anak-anak, memerlukan penanganan segera di instalasi gawat darurat (IGD). "Kalau anak sampai sesak kan itu kasusnya emergensi, bisa dibawa ke emergensi, kasus seperti ini boleh ditangani di IGD dan bisa memakai BPJS. Karena memang anak kalau sesak harus segera ditangani, dapat oksigen, kalau ada wheezing (mengi) perlu steroid juga yang diinhalasikan. Kalau memang sesak harus dibawa (ke RS), tapi kalau ringan-ringan saja tidak perlu," ungkap Erlina. Dalam hal ini, penanganan yang tepat dan cepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Cara Meredakan Gejala HMPV
Kebanyakan kasus HMPV dapat diobati di rumah dengan cara beristirahat dan menggunakan obat untuk meredakan gejala. Erlina merekomendasikan penggunaan obat batuk dan pilek atau pereda demam jika diperlukan. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya minuman hangat, seperti jamu atau herbal, yang dapat membantu meredakan gejala, asalkan produk tersebut aman dan terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Minum jamu atau herbal ya boleh-boleh saja, air hangat juga boleh. Sebagian demam itu membuat cairan tubuh banyak keluar sehingga perlu diganti, diganti dengan minum yang banyak. Minumnya boleh air putih, boleh yang mengandung herbal enggak masalah," kata Erlina.
Dia juga menyarankan agar pasien HMPV memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya akan vitamin. "Kalau makan buah-buahan dan sayur karena kita ingin ada vitamin ya boleh, karena memang tujuannya meningkatkan daya tahan tubuh," tambahnya. Dengan mengikuti saran ini, diharapkan pasien dapat lebih cepat pulih dan mengurangi ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh gejala HMPV.
Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Erlina, yang menjabat sebagai Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), memberikan beberapa rekomendasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi virus. Beberapa langkah yang disarankan meliputi menjaga pola tidur yang baik, menghindari stres, serta mengonsumsi vitamin, probiotik, dan prebiotik.
"Jadi apapun yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh itu dilakukan, contohnya tidur harus teratur jangan begadang. Kemudian jangan stres juga, minum vitamin, probiotik, prebiotik juga boleh silakan. Tapi, karena ini penyebabnya virus maka enggak minum antibiotik ya kecuali terbukti ada juga koinfeksi dengan kuman," ujar Erlina. Dengan menjaga kesehatan secara keseluruhan dan mengelola kondisi komorbid seperti diabetes atau kolesterol tinggi, risiko komplikasi yang disebabkan oleh HMPV dapat ditekan.