Beda Minyak Zaitun Biasa dan Extra Virgin: Mana yang Terbaik untuk Kesehatan dan Masakan Anda?
Perbedaan minyak zaitun biasa dan extra virgin dari segi proses, rasa, manfaat, serta tips memilih yang tepat untuk kebutuhan dapur Anda.
Memilih minyak zaitun kerap terasa seperti memilih sebotol anggur. Terlalu banyak pilihan, jenis, dan label yang dapat membuat siapa pun bingung. Dilansir dari Eating Well, dunia minyak zaitun memang serupa dengan industri anggur, penuh dengan lembaga sertifikasi, standar kualitas, serta para ahli pencicip profesional. Tak heran jika banyak orang merasa kewalahan dalam menentukan mana yang paling baik digunakan.
Namun, Anda tidak perlu khawatir. Artikel ini hadir untuk mempermudah Anda memahami perbedaan antara minyak zaitun biasa dan extra virgin, dua jenis minyak zaitun yang paling umum ditemukan di pasaran. Tak hanya sekadar informasi teknis, artikel ini akan membimbing Anda untuk lebih bijak dalam memilih minyak zaitun yang tidak hanya lezat, tapi juga mendukung gaya hidup sehat.
Apa Itu Minyak Zaitun?
Minyak zaitun merupakan minyak nabati tak jenuh tunggal yang diperoleh dengan cara menekan atau menghancurkan buah zaitun segar (buah yang tumbuh di pohon zaitun). Jenis zaitun yang digunakan, waktu panen, serta metode ekstraksi dan pemrosesan sangat memengaruhi warna, rasa, dan kualitas minyak yang dihasilkan.
Warna minyak zaitun bisa bervariasi, mulai dari hijau tua hingga kuning pucat. Rasanya pun beragam, dari pedas, pahit, hingga netral. Minyak ini dapat digunakan dalam berbagai cara sebagai bahan dasar vinaigrette, marinasi, memasak sayuran dan daging, hingga dalam pembuatan kue dan makanan penutup. Di luar dunia kuliner, minyak zaitun juga umum digunakan dalam produk perawatan tubuh seperti kosmetik dan sabun.
Jenis-Jenis Minyak Zaitun
Minyak zaitun diklasifikasikan berdasarkan metode produksinya, tingkat keasaman, serta profil rasa. Terdapat berbagai otoritas pengatur minyak zaitun di seluruh dunia, dan parameter penilaian bisa sedikit berbeda tergantung pada negara produsen dan standar organisasi yang diikuti.
Beberapa negara penghasil minyak zaitun terbesar antara lain Spanyol, Italia, Yunani, Tunisia, Turki, Maroko, Portugal, serta California (AS). Masing-masing wilayah memiliki karakteristik rasa dan standar sertifikasi tersendiri.
Di pasaran, jenis minyak zaitun yang paling umum ditemukan antara lain:
1. Extra Virgin Olive Oil (EVOO)
Minyak ini diperoleh dari perasan dingin pertama dan tidak melalui proses pemurnian. Merupakan jenis minyak zaitun dengan kualitas tertinggi dan harga paling mahal. Rasanya paling kompleks dan aromatik.
2. Pure Olive Oil atau Olive Oil
Merupakan campuran antara minyak zaitun yang telah dimurnikan dan sebagian kecil extra virgin. Kata “refined” atau dimurnikan berarti minyak tersebut telah mengalami proses tambahan untuk menghilangkan rasa atau aroma yang dianggap cacat, serta menurunkan tingkat keasaman.
3. Light dan Extra-Light Olive Oil
Kandungan lemak tak jenuh dan kalorinya sama dengan minyak zaitun lainnya. Sebutan “light” hanya merujuk pada warna, rasa, dan aroma yang lebih ringan karena kandungan minyak murni lebih dominan.
Dalam artikel ini, kita akan fokus pada dua kategori utama yang paling penting untuk diketahui: minyak zaitun extra virgin dan minyak zaitun biasa.
Apa Itu Minyak Zaitun Extra Virgin?
Minyak zaitun extra virgin adalah minyak zaitun dengan kualitas tertinggi. Minyak ini tidak dimurnikan, artinya diperoleh melalui proses perasan dingin tanpa menggunakan panas atau bahan kimia. Inilah alasan mengapa extra virgin dianggap sebagai bentuk paling murni dari minyak zaitun.
Agar bisa disertifikasi sebagai extra virgin, minyak harus melalui pengujian laboratorium untuk mengukur tingkat keasaman dan nilai peroksida, serta diuji secara organoleptik oleh panel pencicip bersertifikat guna mendeteksi cacat rasa.
Menurut Marisa Bloch Gaytan, sommelier minyak zaitun tingkat dua dan master blender dari Pasolivo,
Minyak harus diuji di laboratorium untuk kadar keasaman dan peroksida, serta dicicipi secara buta oleh panel rasa bersertifikat untuk mendeteksi cacat rasa.
Proses sertifikasi yang rumit dan intensif inilah yang membuat harga minyak zaitun extra virgin jauh lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya.
Rasa dari minyak zaitun extra virgin sangat tergantung pada jenis zaitun yang digunakan. Ada yang terasa lembut dan herba, ada pula yang kuat, pedas, dan sedikit pahit.
Apa Itu Minyak Zaitun Biasa?
Sebaliknya, minyak zaitun biasa (kadang disebut pure olive oil) memiliki kualitas lebih rendah. Minyak ini umumnya terdiri dari minyak zaitun yang telah dimurnikan, dan bisa jadi berasal dari ekstraksi berulang pada ampas zaitun demi memperoleh lebih banyak minyak, yang justru menurunkan kualitas.
Gaytan menyatakan, “Produsen kadang memutar ulang ampas zaitun di mesin untuk mengekstrak lebih banyak minyak.”
Minyak ini tidak tunduk pada aturan sertifikasi ketat seperti minyak extra virgin, sehingga proses produksinya lebih murah dan harganya lebih terjangkau.
Secara umum, minyak zaitun biasa memiliki profil rasa yang lebih netral, warna lebih terang, dan aroma yang tidak terlalu tajam.
Perbedaan Penggunaan di Dapur
Meskipun minyak zaitun extra virgin dianggap lebih unggul dalam kualitas, bukan berarti minyak zaitun biasa tidak memiliki tempat di dapur Anda. Keduanya memiliki kegunaan berbeda tergantung pada kebutuhan resep dan metode memasak.
Menurut USDA, minyak zaitun biasa aman digunakan untuk menggoreng dengan titik asap sekitar 210°C (410°F), sedikit di bawah titik asap minyak kedelai atau kacang yang mencapai 232°C (450°F). Namun, riset tahun 2022 dalam jurnal Nutrients menyatakan bahwa kandungan antioksidan dalam extra virgin olive oil bisa menurun jika dipanaskan terlalu tinggi.
Oleh karena itu, minyak zaitun extra virgin lebih cocok digunakan untuk resep tanpa pemanasan, seperti dressing salad, saus celup, atau sebagai minyak akhir yang disiramkan pada hidangan siap saji. Rasanya yang kaya akan lebih terasa pada masakan yang tidak dimasak.
Di sisi lain, minyak zaitun biasa yang lebih netral sangat baik untuk menggoreng atau memanggang, serta bisa menjadi pengganti minyak sayur dalam pembuatan kue. Untuk resep yang melibatkan cokelat atau jeruk, extra virgin bisa menambahkan kedalaman rasa yang luar biasa.
Secara keseluruhan, Anda bisa saling mengganti keduanya dalam resep sehari-hari, namun perlu diingat bahwa rasa dan hasil akhir akan berbeda. Jika Anda mengganti extra virgin dengan minyak biasa, maka rasa khas minyak zaitun bisa jadi tidak akan terasa. Sebaliknya, jika Anda memakai extra virgin untuk menggantikan minyak biasa, rasa minyak akan lebih dominan.
Cara Memilih Minyak Zaitun Berkualitas
Untuk mendapatkan minyak zaitun extra virgin terbaik, Gaytan menyarankan, “Pilih yang sudah melalui proses sertifikasi extra virgin dan dikemas dalam wadah yang tidak tembus cahaya.”
Cahaya bisa mempercepat proses oksidasi dan memperpendek masa simpan minyak, sehingga penting memilih kemasan botol kaca gelap atau kaleng logam.
Jika memungkinkan, belilah langsung dari produsen terpercaya. Meskipun selera adalah hal yang subjektif, Gaytan menyukai minyak yang memiliki keseimbangan antara tiga ciri utama minyak zaitun berkualitas: kepahitan, buah-buahan, dan rasa pedas.
Untuk minyak zaitun biasa, pilihlah merek yang sejalan dengan nilai pribadi Anda, seperti kejujuran dalam produksi atau keberlanjutan lingkungan. Meskipun rasanya netral, kualitas tetap berperan penting.
Perbedaan utama antara minyak zaitun biasa dan extra virgin terletak pada proses produksinya. Minyak zaitun extra virgin tidak dimurnikan dan hanya menggunakan metode perasan dingin, sementara minyak zaitun biasa telah melalui proses pemurnian yang membuat rasanya lebih ringan dan harga lebih terjangkau.
Keduanya memiliki tempat masing-masing di dapur:
- Gunakan extra virgin untuk saus salad, roti celup, atau finishing touch masakan.
- Gunakan minyak zaitun biasa untuk memasak harian, seperti menumis atau menggoreng.
Eksperimenlah di dapur dan temukan kegunaan favorit Anda dalam berbagai resep, mulai dari Apple-Balsamic Vinaigrette hingga Double-Tahini Hummus. Siapa tahu, dari setetes minyak zaitun, Anda bisa menciptakan kelezatan yang tak terlupakan dan hidup yang lebih sehat.