3 Cara Atasi Sakit Perut yang Muncul Usai Minum Kopi di Pagi Hari
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak sakit perut usai minum kopi di pagi hari.
Sejumlah orang menikmati minum kopi di pagi hari, tetapi sayangnya, tubuh mereka tidak selalu mendukung kebiasaan ini. Gejala yang sering muncul antara lain sakit perut, peningkatan asam lambung, serta perasaan gelisah dan cemas. Efek negatif setelah mengonsumsi kopi tersebut biasanya terjadi ketika seseorang belum makan cukup di pagi hari, yang menyebabkan ketidaknyamanan. Selain itu, reaksi tubuh yang tidak sesuai juga dapat menjadi penyebabnya. Bagi Anda yang tetap ingin menikmati kopi di pagi hari namun ingin mengurangi efek sampingnya, ada beberapa cara yang bisa dicoba.
1. Tambahkan susu rendah lemak
Menambahkan susu rendah lemak ke dalam kopi dapat membantu beberapa orang untuk mengurangi tingkat keasaman kopi, sehingga menghindari gejala asam lambung yang meningkat. Namun, bukti ilmiah yang mendukung hal ini masih terbatas. Jika Anda tidak mengalami intoleransi laktosa atau alergi terhadap susu, cara ini bisa dicoba. "Hindari susu murni atau susu penuh lemak karena dapat memperburuk gejala seperti kembung dan gas," kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi, Supriya Rao, sebagaimana dikutip dari Well and Good pada Kamis, 30 Januari 2025. Rao juga menyarankan agar memilih alternatif nabati seperti susu almond, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan.
2. Pilih Kopi Dark RoastBeberapa penelitian menunjukkan bahwa dark roast kopi memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan dengan light roast. Oleh karena itu, saat berkunjung ke toko kopi, Anda bisa meminta untuk memilih dark roast sebagai alternatif daripada light roast.
3.Makan Terlebih Dahulu
Disarankan untuk mengonsumsi sedikit makanan sebelum menikmati kopi. "Jika tidak terlalu suka sarapan, coba sedikit saja makanan ringan," saran Rao. Contohnya, Anda bisa memilih sepotong roti gandum utuh yang dipadukan dengan pisang atau yoghurt. Langkah ini bertujuan untuk melapisi perut sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya sakit, kram, atau diare akibat konsumsi kopi.
Segera Konsultasi dengan Dokter Jika
Kopi dapat memicu naiknya refluks asam, sehingga penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami beberapa gejala. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan adalah rasa terbakar di dada, makanan atau cairan asam yang naik ke tenggorokan, serta nyeri di bagian atas perut atau dada.
Selain itu, kesulitan dalam menelan dan perasaan seperti ada benjolan di tenggorokan juga merupakan tanda yang perlu diwaspadai. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi indikasi bahwa Anda mengalami penyakit refluks gastroesofageal (GERD), yaitu bentuk refluks asam yang bersifat kronis dan memerlukan penanganan medis.
Mengapa Sakit Perut Terjadi Usai Minum Kopi
Kopi mengandung tingkat keasaman yang tinggi, dengan pH berkisar antara 4,85 hingga 5,13, yang menjadikannya tergolong sedikit asam. Meskipun demikian, tidak semua orang mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsi kopi di pagi hari. Oleh karena itu, penting untuk memahami sensitivitas perut masing-masing individu. "Dengarkan tubuh Anda, karena sensitivitas setiap orang terhadap kafein dan asam berbeda-beda. Jika Anda menyadari bahwa minum kopi saat perut kosong membuat Anda mengalami gangguan pencernaan, maka bukan hal baik minum kopi tanpa makan," kata ahli diet terdaftar Marisa Silver.
Minum kopi yang mengandung kafein dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh, yang berhubungan dengan perasaan waspada dan terjaga. Namun, peningkatan ini juga dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Sebagai alternatif, memilih kopi tanpa kafein bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk sarapan yang sehat, serta membantu menstabilkan fluktuasi kadar kortisol. Selain itu, disarankan untuk menunggu beberapa jam setelah bangun tidur sebelum menikmati kopi, agar dampaknya terhadap kadar kortisol Anda tidak terlalu signifikan.