Tahukah Anda, 7.800 Peserta Hadir? TNI Gelar Doa Bersama Lintas Agama Jelang Puncak HUT Ke-80
Mabes TNI menggelar Doa Bersama Lintas Agama dengan 7.800 peserta jelang HUT ke-80, menghadirkan tokoh agama dan santunan. Ada apa lagi di acara penting ini?
Mabes TNI telah menyelenggarakan acara doa bersama lintas agama di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 TNI yang akan jatuh pada Minggu (5/10).
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh ribuan peserta dan tokoh agama dari berbagai keyakinan. Doa bersama ini bertujuan untuk memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-80 TNI serta mendoakan agar prajurit TNI senantiasa jaya dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Acara yang dihadiri oleh 7.800 peserta ini tidak hanya fokus pada doa, tetapi juga diwarnai dengan pemberian tali asih dan santunan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan antara TNI dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk anak yatim dan perwakilan pemuda lintas agama.
Semangat Kebersamaan dalam Doa Lintas Agama
Doa bersama lintas agama yang digelar oleh Mabes TNI ini menjadi simbol persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia. Kegiatan ini melibatkan tokoh-tokoh agama terkemuka, seperti Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Yusuf Aman dari Islam, Romo Yos Bintoro PR dari Katolik, Pdt. Arlyanus Larosa dari Protestan, Pinandita Astono Chandra Dana dari Hindu, KRT Asun Gotama dari Buddha, serta Js Ruysya Supit dari Konghucu.
Setiap tokoh agama melantunkan doa sesuai dengan keyakinannya masing-masing, yang intinya berisi harapan baik untuk kelancaran acara HUT TNI dan keselamatan para prajurit. Ustaz Adi Hidayat juga memberikan tausiyah singkat yang menguraikan makna perjuangan bagi prajurit TNI, menggarisbawahi pentingnya tugas mereka bagi bangsa dan negara.
Kehadiran para tokoh agama ini menunjukkan komitmen TNI dalam merangkul semua elemen masyarakat. Hal ini memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Rangkaian Kegiatan Sosial dan Kebangsaan
Selain doa bersama, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto juga menyampaikan bahwa acara ini diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh. "Sekaligus kami memberikan santunan kepada anak yatim," imbuhnya. Pemberian tali asih juga diberikan kepada keluarga pahlawan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), serta pemuda lintas agama yang turut hadir.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pawai kebangsaan yang meriah, dilepas langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Turut hadir dalam pelepasan pawai adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, serta beberapa jajaran petinggi TNI lainnya.
Pawai ini menjadi manifestasi dari sinergi antara TNI dan rakyat. "Tadi ada kegiatan kirab yang dilaksanakan oleh TNI dan rakyat,” kata Agus, menunjukkan kedekatan institusi militer dengan masyarakat dalam perayaan hari jadi mereka.
Dukungan Penuh dari Berbagai Elemen Masyarakat
Acara doa bersama ini mencatat partisipasi yang luar biasa, dengan total 7.800 peserta yang hadir. Mereka terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan prajurit TNI, anak yatim, anggota Banser, serta perwakilan pemuda dari berbagai agama. Kehadiran beragam elemen ini menunjukkan dukungan luas dari masyarakat terhadap TNI.
Berbagai pejabat tinggi TNI juga turut meramaikan acara ini, menegaskan pentingnya momen tersebut bagi institusi. Di antara mereka adalah Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAU Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono, dan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.
Partisipasi masif ini tidak hanya memperkuat ikatan antara TNI dan rakyat, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang persatuan dan kesatuan bangsa. Doa bersama lintas agama ini menjadi cerminan dari semangat kebersamaan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: AntaraNews