Keluarga Dua Prajurit Gugur saat Latihan Persiapan HUT ke-80 TNI Terima Santunan Rp350 Juta
Perintah pimpinan TNI agar hak-hak dari almarhum harus diberikan kepada ahli waris serta termasuk perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, akan ada penyerahan asuransi kepada keluarga atau ahli waris dua anggota TNI yang gugur dalam rangkaian HUT ke-80 TNI. Keduanya itu yakni Praka Marinir Zaenal Mutaqim, anggota Detasemen Intai Para Amfibi 1 (Denipam 1) Marinir dan Pratu Johari Alfarizi.
"Bapak Presiden RI, Bapak Panglima TNI, pimpinan TNI turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya dua orang prajurit dan memberikan apresiasi kenaikan pangkat luar biasa, serta siang ini jam 13.30 Wib akan dilaksanakan penyerahan asuransi per orang Rp350 juta kepada ahli warisnya," kata Freddy kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (9/10).
Ia menjelaskan, perintah pimpinan TNI agar hak-hak dari almarhum harus diberikan kepada ahli waris serta termasuk perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum.
"Karena yang istri Praka Zainal Mutaqim kan hamil 7 bulan ya, ada keperhatian dari Bapak Presiden maupun pimpinan TNI akan diteruskan pada ahli waris," jelasnya.
Jenderal bintang dua ini berharap agar para netizen bisa menghormati atas duka yang kini dialami keluarga almarhum.
"Kita berdoa untuk almarhum dan saya berharap rekan-rekan netizen yang saya lihat ada beberapa yang menanggapinya miring mohon menghormati juga ya kedukaan itu. Mereka gugur menjalankan tugas negara, dalam rangkaian HUT ke-80 TNI. jadi kita wajib menghormati," ucapnya.
Kemudian, saat ditanyakan terkait dengan apakah akan ada beasiswa seumur hidup untuk anak dari korban. Hal itu belum bisa dijawab, namun dirinya memastikan akan memberikan hak berupa Rp350 juta untuk para ahli waris.
"Sementara yang dari asabri itu 350 juta itu ya. nanti untuk yang detil hak2 dari ahli waris, kemudian mungkin ada penyampaian-penyampaian dari terkait bantuan-bantuan kepada pihak keluarga nanti akan kami sampaikan lagi di berikutnya. Mungkin saya belum bisa menjawab sekarang, tapi nanti akan saya sampaikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan dua prajurit TNI yang gugur dalam rangkaian persiapan acara perayaan HUT Ke-80 TNI pada pekan lalu mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi dan santunan untuk keluarganya.
"Dapat santunan dari Asabri, satu orang untuk keluarga Rp350 juta, dan kenaikan pangkat luar biasa," kata Sjafrie saat ditemui di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Nasional (RSPPN), Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Selasa (7/10), demikian dikutip Antara.
Selain itu, dua prajurit yang gugur dalam tugas itu, yakni Prajurit Kepala (Praka) Zaenal Mutaqim (TNI AL) dan Prajurit Satu (Pratu) Johari Alfarizi (TNI AD), juga dimakamkan secara layak melalui prosesi kemiliteran.