'Sejak Awal Jokowi Terlihat Enggan Keluar dari Kekuasaan'
Setelah berkuasa 10 tahun sebagai Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi tampaknya tidak berniat untuk mundur dari sorotan publik
Setelah berkuasa 10 tahun sebagai Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi tampaknya tidak berniat untuk mundur dari sorotan publik. Meski telah pensiun, Jokowi terus aktif tampil di hadapan masyarakat, menjawab berbagai isu politik, dan memberikan pandangan-pandangannya terkait situasi politik Tanah Air.
Peneliti lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menilai, hal itu tidak terlepas karena adanya aspirasi melanggengkan kekuasaan Jokowi jelang akhir jabatannya. Sehingga, Jokowi terlihat tidak ingin keluar dari kekuasaan meski sudah pensiun.
"Menjelang akhir masa jabatan Jokowi, muncul sejumlah aspirasi untuk melanggengkan kekuasaannya, misalnya ide tiga periode, perpanjangan masa jabatan, dan penundaan Pemilu," kata Saidiman saat dihubungi, Selasa (28/1).
Tidak Lepas dari Isu di Akhir Masa Jabatan
"Gagasan-gagasan ini datang dari para menteri terdekat Jokowi ketika itu. Wajar kalau kemudian sebagian publik menilai Jokowi memang enggan keluar dari kekuasaan," sambungnya.
Saidiman melanjutkan, hal itu diperkuat juga dengan kasus Mahkamah Konstitusi yang membolehkan pencalonan anak presiden menjadi calon wakil presiden yang belum cukup umur ketika itu.
"Gagal menjadikan dirinya kembali menjadi presiden, dia mendorong putranya masuk ke istana," ujarnya.
Jokowi Dinilai Kurang Memiliki Sikap Negarawan
Atas hal itu, Saidiman menyebut, Jokowi kemudian terlihat masih wara wiri dalam politik praktis maka tidak terlalu mengherankan.
"Karena sejak awal, Jokowi memang terlihat enggan keluar dari kekuasaan," ucapnya.
Apakah Jokowi ingin selalu ikut campur di pemerintahan Prabowo Subianto? Saidiman hanya menilai Jokowi kurang memiliki sikap bijaksana, atau bisa saja sedang mengalami post power syndrome.
"Jokowi kurang memiliki sikap, perilaku, dan kebijaksanaan seorang negarawan. Mungkin ini post power syndrome. Atau memang Jokowi tidak punya perspektif yang lebih luas di atas sekadar kekuasaan," pungkasnya.