Peran Pemuda Tangkal Radikalisme: Kesbangpol Sulbar Dorong Generasi Muda Jadi Garda Terdepan
Kesbangpol Sulbar menegaskan **peran pemuda tangkal radikalisme** sebagai garda terdepan, mengubah paradigma lama menjadi agen perubahan, persatuan, dan perdamaian demi masa depan bangsa.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan pentingnya transformasi peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Penegasan ini disampaikan untuk menangkal paham radikalisme yang dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepala Kesbangpol Provinsi Sulbar, Muhammad Darwis Damir, menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara pemberdayaan kemitraan antara polisi dan masyarakat melalui wawasan kebangsaan dan cinta tanah air.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Sulbar di SMKN 1 Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, pada Minggu, 12 April. Darwis Damir menyerukan agar pemuda di Sulawesi Barat menjadi benteng utama melawan berbagai ancaman ideologi, termasuk radikalisme.
Mengubah Paradigma Peran Pemuda
Muhammad Darwis Damir menjelaskan bahwa sudah saatnya mengubah paradigma lama yang menempatkan pemuda sebagai objek rentan terhadap paparan radikalisme. Selain itu, pemuda juga sering dianggap rentan terhadap hoaks digital dan polarisasi sosial yang semakin marak di era informasi ini.
Menurutnya, **peran pemuda tangkal radikalisme** kini harus menjadi subjek utama yang berperan aktif sebagai agen perubahan. Pemuda diharapkan mampu menjadi agen persatuan dan agen perdamaian di tengah masyarakat yang beragam. Transformasi ini krusial untuk membangun ketahanan bangsa.
Pemuda harus mampu membawa inovasi positif, menjembatani perbedaan, serta meredam konflik dan ujaran kebencian. Hal ini termasuk dalam ruang digital yang seringkali menjadi medan penyebaran informasi negatif. Kontribusi pemuda sangat dinantikan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan stabil.
Langkah Konkret Penguatan Karakter dan Literasi Digital
Untuk mewujudkan **peran pemuda tangkal radikalisme** yang efektif, Darwis Damir menekankan sejumlah langkah konkret. Salah satunya adalah penguatan karakter melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang akan membentuk fondasi moral yang kuat bagi generasi muda.
Selain itu, peningkatan literasi digital menjadi sangat penting agar generasi muda mampu berpikir kritis. Mereka harus bisa memverifikasi informasi dan bijak dalam menggunakan media sosial. Kemampuan ini akan membentengi pemuda dari paparan hoaks dan propaganda radikal yang merusak.
Pemuda juga didorong untuk aktif dalam dialog lintas kelompok guna memperkuat toleransi dan menolak penyebaran hoaks. Peningkatan keterlibatan dalam kegiatan sosial dan organisasi kepemudaan yang berorientasi pada nilai kebangsaan juga sangat dianjurkan. Ini akan memperkaya pengalaman dan jaringan pemuda serta memperkuat kohesi sosial.
Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Bangsa
Dalam konteks daerah, Darwis Damir menyampaikan bahwa Kesbangpol Sulbar memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas. Hal ini dilakukan melalui pendekatan preventif, edukatif, dan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Deteksi dini potensi konflik adalah salah satu fokus utama.
Upaya tersebut meliputi pembinaan ideologi secara berkelanjutan serta sinergi dengan aparat TNI dan Polri dalam pengawasan wilayah. Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan dengan menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas pemuda. Kolaborasi ini memperkuat jaring pengaman sosial di Sulawesi Barat.
Wawasan kebangsaan harus menjadi perisai utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bertumpu pada empat pilar utama: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika. Cinta tanah air harus tercermin dalam tindakan nyata, seperti menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan berkontribusi positif dalam pembangunan.
Penguatan ketahanan bangsa membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, hingga media sosial. Semua memiliki peran masing-masing dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas. Dengan sinergi seluruh elemen, diharapkan lahir generasi muda yang mampu menjadi benteng utama dalam menjaga keutuhan NKRI menuju Indonesia Emas 2045.
Sumber: AntaraNews