PDIP Prediksi Prabowo Akan Reshuffle Kabinet Tiga Bulan Lagi: Ada Menteri yang Gagap
Selayaknya Prabowo melakukan reshuffle. Sebab, banyak menteri dinilai gagap untuk mengikuti kebijakan Prabowo.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah memprediksi, Presiden Prabowo Subinto bakal melakukan perombakan kabinet atau reshuffle kabinet tiga sampai empat bulan ke depan.
"100 hari sebenarnya bagi presiden sudah cukup. Namun nampaknya bapak presiden kita akan melihat, katakanlah, 3 atau 4 bulan lagi, menurut perkiraan saya, untuk dilakukan reshuffle," kata Said, kepada wartawan, Jumat (7/2).
Dalam pandangan Said, selayaknya Prabowo melakukan reshuffle. Sebab, banyak menteri dinilai gagap untuk mengikuti kebijakan Prabowo.
"Namun pada saat yang sama, kalau melihat orkestrasi dari jajaran kementerian, memang saya berharap presiden dan hari ini bisa mengevaluasi para menteri di kabinetnya dan ada yang tertatih-tatih, ada yang gagap untuk mengikuti irama presiden yang begitu cepat," ujar dia.
Bahkan, PDIP melihat ada menteri yang justru menjadi beban bagi Presiden. Dia tidak menyebut nama dan sosoknya.
“Bahkan ada menteri yang membuat kebijakan justru kebijakannya membebani Bapak Presiden. Sehingga, Presiden ketika kebijakan itu dikeluarkan oleh menteri, akhirnya presiden sampai langsung turun tangan untuk menyetop kebijakan menteri," sambungnya.
Karena itu, Said meyakini Prabowo lebih tahu siapa yang layak untuk direshuffle. Termasuk kementerian yang perlu digenjot, perlu effort lebih keras.
“Untuk mencapai asta cita sebagai mimpi presiden," imbuh Said.
Menteri Tak Seirama dengan Prabowo
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mendengar ada keluhan terhadap menteri di Kabinet Merah Putih yang kurang seirama dengan Presiden Prabowo Subianto. Namun, Dasco tidak mengungkap siapa sosok Menteri tersebut.
"Memang saya ada denger keluhan sedikit sedikit tentang masih ada yang kemudian kurang seirama. Apakah itu yang dimaksud nanti kita akan lihat seperti apa," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2).
Sebab, sebelumnya Prabowo menyatakan bakal menindak pihak yang menghalangi kebijakan pemerintah untuk rakyat. Bahkan, Prabowo tidak segan menyingkirkan menterinya yang tidak mau bekerja untuk rakyat.
Namun, Dasco kembali menekankan, belum mengetahui siapa yang dimaksud oleh Prabowo.
"Saya belum tahu persis yang dimaksud yang mana tapi kita tahu dalam program kerja asta cita dalam pemenuhan janji kampanye, pak Prabowo ingin sekali berbuat untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.