Puan menilai ucapan itu pendapat pribadi Luhut yang tidak perlu dirinya komentari
Advertisement
Advertisement
Namun, dia menyebut hal tersebut merupakan pendapat pribadi Luhut yang tidak perlu dirinya komentari.
"Ya itu Pak Luhut punya pendapat. Saya tidak akan mengomentari pendapatnya Pak Luhut, tapi yang pasti saya selalu mengedepankan politik itu harus santun dan beretika," kata Puan, saat diwawancarai di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/11).
merdeka.com
Advertisement
Lebih lanjut Puan menyampaikan, jika penyelenggaraan Pemilu harus dilakukan secara jujur dan adil.
Dia menyebut, agar politik menciptakan suasana damai bagi publik.
"Pemilu ini harus dilakukan jujur, adil, damai, dan bergembira. Harus happy," ucap dia.
Advertisement
Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta supaya tahun politik ini tidak gampang menghakimi seseorang. Apalagi, menghakimi seseorang dengan mengatakan ingusan dan pengkhianat.
Hal itu disampaikan Luhut melalui unggahan video di Instagram resminya, Sabtu (18/11).
Mulanya, Luhut memberikan pernyataan terkait kondisi yang terjadi saat tahun politik ini. Luhut mengingatkan agar tak saling bermusuhan ketika memiliki pandangan politik.
Luhut kemudian menyarankan agar merenung tentang apa yang telah diberikan ke Indonesia. Barulah dia mengingatkan agar tak mudah men-judge atau menghakimi seseorang.
"Kau tanyalah hatimu yang paling dalam, apa sih yang sudah kalau lakukan untuk republik ini? Jangan kita gampang judge orang lain gitu, bilang ingusan-lah, bilang pengkhianat-lah. Siapa sih yang mau jadi pengkhianat?" kata Luhut.