KPU Makassar Libatkan Gen Z: Tingkatkan Kesadaran Politik Siswa SMA Melalui Grebeg Pemilih Pemula
KPU Makassar tingkatkan kesadaran politik siswa SMA di Kota Makassar melalui program Grebeg, menyasar Gen Z agar memahami demokrasi dan pentingnya partisipasi pemilu.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar secara aktif menyasar siswa SMA sederajat di wilayahnya. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik di kalangan generasi Z, yang merupakan pemilih pemula. Sosialisasi pendidikan pemilih pemula ini dilakukan secara intensif di berbagai sekolah.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 27 September, di sejumlah sekolah seperti SMKN 8 dan SMAN 23 Makassar. Momen ini sengaja diselaraskan dengan pemilihan Ketua OSIS di sekolah-sekolah tersebut. KPU melihat pemilihan OSIS sebagai miniatur dari pemilu umum yang sesungguhnya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Grebeg (Gerakan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan dan Terintegrasi) KPU Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah membekali pemilih pemula dengan pengetahuan dasar demokrasi. Siswa diharapkan memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang akan memilih.
Membangun Fondasi Demokrasi Sejak Dini
Ketua KPU Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir Arafat, menjelaskan alasan keterlibatan KPU dalam pemilihan OSIS. "Pemilihan ketua OSIS itu adalah miniatur pemilu umum nantinya," ujarnya. KPU menganggap siswa sebagai generasi penerus bangsa yang akan menentukan arah masa depan.
Program Grebeg yang dicanangkan KPU Sulawesi Selatan menjadi payung kegiatan sosialisasi ini. Fokus utamanya adalah pemilih pemula agar mereka lebih memahami nilai-nilai demokrasi. KPU Makassar berupaya keras agar siswa memiliki bekal yang cukup terkait politik.
Siswa diharapkan tidak hanya sekadar memilih, tetapi juga memahami sistem pemilu yang berlaku. Mereka perlu menyadari bahwa setiap suara yang diberikan memiliki pengaruh besar terhadap masa depan. Partisipasi aktif adalah kunci dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.
Pentingnya Partisipasi Aktif Pemilih Pemula
Andi Muhammad Yasir Arafat menegaskan tujuan utama kegiatan pendidikan pemilih ini. "Tujuan kita untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi SMK 8 dan SMA 23 Makassar tentang pentingnya partisipasi aktif dalam proses demokrasi," katanya. Pemahaman ini krusial bagi masa depan bangsa.
Dengan adanya sosialisasi ini, siswa diharapkan mampu memahami peran mereka sebagai pemilih pemula. Baik dalam pemilihan Ketua OSIS maupun pemilu di masa mendatang, peran mereka sangat vital. Mereka adalah agen perubahan yang potensial dalam sistem politik.
KPU berharap siswa-siswi menjadi generasi muda yang aktif, peduli, dan berintegritas. Integritas ini penting dalam menjaga dan memperkuat demokrasi Indonesia. Pendidikan politik sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas demokrasi.
KPU Hadir untuk Pendidikan Politik dan Demokrasi
Anggota KPU Kota Makassar, Abdi Goncing, menambahkan tentang manfaat kehadiran KPU di sekolah. Kehadiran KPU dalam momen pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS memberikan pemahaman mendalam. Pendidikan politik dan demokrasi dapat diberikan sejak dini kepada para siswa.
Abdi Goncing menekankan pentingnya mengelola sebuah pemilihan yang dilaksanakan di sekolah. Para siswa dapat belajar langsung dari proses yang transparan dan akuntabel. Ini adalah pengalaman berharga bagi mereka dalam memahami mekanisme pemilihan.
"Kita berharap semoga kehadiran kami dapat bermanfaat dalam memberikan pengetahuan serta pendidikan politik dan demokrasi kepada para siswa sejak dini, termasuk dalam momentum pemilihan Ketua OSIS yang sedang berlangsung di sekolah," ujar Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kota Makassar ini. KPU berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan politik di kalangan generasi muda.
Sumber: AntaraNews