Khofifah dan Sherly Laos Bahas Penguatan SPBE dan Manajemen ASN, Dorong Pembangunan Terintegrasi
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos berdiskusi intensif mengenai Penguatan SPBE dan Manajemen ASN, serta optimalisasi kerja sama perdagangan untuk akselerasi pembangunan daerah yang terintegrasi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos di Gedung Negara Grahadi Surabaya belum lama ini. Pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), serta potensi kerja sama perdagangan antarprovinsi. Diskusi ini merupakan langkah konkret untuk memastikan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan di kedua wilayah.
Khofifah menjelaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya untuk memastikan setiap kerja sama dibangun dalam kerangka pembangunan yang terintegrasi. Jawa Timur menempatkan proyek perubahan sebagai instrumen vital. Hal ini bertujuan agar setiap kebijakan memiliki dampak sistemik dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya yang terjadi sejak retret kepala daerah, termasuk misi dagang pertama Jawa Timur ke Maluku Utara. Misi dagang tersebut telah menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman penting antarperangkat daerah. Ini menunjukkan komitmen kuat kedua provinsi untuk berkolaborasi.
Penguatan SPBE dan Kapasitas Manajemen ASN
Pembangunan tidak boleh parsial, melainkan harus terintegrasi, lintas sektor, dan berbasis penguatan kapasitas SDM. Oleh karena itu, peningkatan kualitas aparatur menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjadi solusi efektif bagi masyarakat.
Proyek perubahan yang lahir dari pendidikan dan pelatihan kepemimpinan ASN, seperti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (PIM) I dan PIM II, menjadi motor inovasi. Ini juga mendorong transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Dalam upaya penguatan sumber daya manusia, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur dipercaya oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk menyelenggarakan PIM II sebanyak tiga kali. Selain itu, BPSDM Jawa Timur juga menjalin kerja sama internasional dengan Singapura. Kerja sama ini berfokus pada peningkatan kapasitas aparatur dan tata kelola berbasis digital.
Optimalisasi Kerja Sama Perdagangan Antardaerah
Dalam kerja sama ekonomi, Gubernur Khofifah menyoroti pentingnya optimalisasi arus perdagangan antardaerah. Hal ini termasuk pemanfaatan konektivitas tol laut. Tujuannya adalah agar distribusi komoditas dapat berjalan lebih efisien dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Khofifah menegaskan bahwa ada ruang yang bisa diintegrasikan antara Jawa Timur dan Maluku Utara. Produk-produk dari Maluku Utara perlu dibantu untuk menemukan pasar yang lebih luas. Dengan konektivitas, termasuk tol laut, ekosistem perdagangan yang saling menguatkan dapat tercipta.
Di sektor pertanian dan perkebunan, Jawa Timur terus mendorong hilirisasi komoditas. Ini termasuk pengembangan varietas alpukat Malang sebagai komoditas potensial ekspor. Sementara itu, di sektor peternakan, Jawa Timur menjadi lokasi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari. BBIB Singosari berperan penting dalam peningkatan kualitas genetik ternak nasional.
Sinergi Pembangunan Berkelanjutan dan Referensi Jawa Timur
Integrasi pembangunan juga tercermin pada penanganan kawasan permukiman kumuh. Ini dilakukan melalui sinergi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Pendekatan holistik ini menunjukkan komitmen terhadap pembangunan yang merata.
Gubernur Sherly Tjoanda Laos menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan Jawa Timur. Ia menyatakan kesiapan Maluku Utara untuk memperkuat kolaborasi. Sherly memandang Khofifah sebagai mentor dan membawa tim dari Maluku Utara untuk belajar langsung di Jawa Timur.
Pendekatan pembangunan terintegrasi yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi referensi penting. Ini akan membantu Maluku Utara dalam merancang kebijakan lintas sektor. Sherly berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama. Ia menginginkan adanya pendampingan teknis, pertukaran praktik baik, dan pengembangan kapasitas ASN secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews