Gerakan Rakyat Resmi Jadi Parpol, Usung Anies Baswedan Capres RI 2029
Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik dan secara tegas menyatakan dukungan penuh agar Anies Baswedan menjadi Presiden RI mendatang.
Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat telah resmi bertransformasi menjadi partai politik, menandai babak baru dalam kancah perpolitikan nasional Indonesia. Deklarasi penting ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Minggu (19/1) lalu, dihadiri oleh sejumlah tokoh dan kader.
Dalam kesempatan krusial tersebut, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, secara eksplisit menyampaikan harapan besar organisasinya. Mereka secara bulat menginginkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, untuk memimpin Indonesia sebagai Presiden Republik Indonesia berikutnya.
Pernyataan ini menegaskan posisi Gerakan Rakyat yang kini berjuang dalam ranah politik praktis, dengan fokus utama pada dukungan terhadap figur Anies Baswedan untuk kontestasi kepresidenan mendatang. Hal ini sekaligus menunjukkan orientasi politik yang jelas dari partai baru tersebut.
Komitmen Gerakan Rakyat Mengusung Anies Baswedan sebagai Pemimpin Nasional
Sahrin Hamid menjelaskan bahwa arah perjuangan Gerakan Rakyat ke depan sudah sangat jelas dan tidak ambigu, berpusat pada satu tujuan utama. Organisasi ini secara totalitas mengarahkan seluruh sumber daya dan upayanya untuk mendukung Anies Baswedan dalam perjalanan menuju kursi kepresidenan.
Ia bahkan menegaskan dengan lugas bahwa dalam kondisi apapun, Anies Baswedan adalah identitas yang tak terpisahkan dari Gerakan Rakyat, dan sebaliknya, Gerakan Rakyat adalah Anies Baswedan. Pernyataan ini secara gamblang menunjukkan ikatan ideologis dan personal yang sangat kuat antara partai baru dan tokoh politik tersebut.
Komitmen mendalam ini diperkuat dengan sebuah gestur simbolis yang signifikan. Anies Baswedan telah menerima kartu tanda anggota (KTA) bernomor 0001 dari Sahrin pada tanggal 17 Desember 2025, mengukuhkan posisinya sebagai figur sentral atau anggota kehormatan utama dalam struktur partai.
Dukungan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah deklarasi perjuangan yang akan menjadi landasan bagi setiap langkah strategis Gerakan Rakyat ke depan. Mereka bertekad untuk menjadi ujung tombak dalam menggalang dukungan bagi Anies Baswedan di seluruh pelosok negeri.
Proses Pendaftaran Resmi dan Seruan Militansi Kader Gerakan Rakyat
Selain fokus pada dukungan calon presiden, Gerakan Rakyat juga memiliki target internal yang ambisius terkait legalitas dan eksistensinya sebagai partai politik. Partai ini menargetkan pada Februari 2026 sudah dapat terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sebagai partai politik yang sah.
Proses pendaftaran ini memerlukan pemenuhan berbagai persyaratan administratif dan struktural yang ketat sesuai undang-undang yang berlaku. Oleh karena itu, Sahrin Hamid menyerukan kepada seluruh kader Gerakan Rakyat di berbagai tingkatan untuk menunjukkan jiwa militansi yang tinggi dan bekerja keras.
Militansi ini sangat diperlukan agar semua persyaratan yang ditetapkan oleh negara sebagai partai politik dapat terpenuhi dengan baik dan tepat waktu. Sahrin menekankan pentingnya kerja kolektif dan semangat juang dalam menghadapi tantangan birokrasi.
Dengan nada optimisme yang kuat, Sahrin menyatakan keyakinannya bahwa Gerakan Rakyat akan mampu mendirikan partai politik ini dan memenuhi seluruh syarat yang diminta oleh negara. Hal ini menunjukkan keseriusan dan determinasi tinggi dalam membangun fondasi partai yang kokoh.
Sumber: AntaraNews