Ganjar Ungkap Ada Pesan Jokowi di Balik Baju Hitam Putih
Baju hitam putih yang sering dipakai Ganjar ternyata berawal dari pesan Jokowi
Baju hitam putih yang sering dipakai Ganjar ternyata berawal dari pesan Jokowi
Ganjar Ungkap Ada Pesan Jokowi di Balik Baju Hitam Putih
Bakal calon Presiden dari PDIP Ganjar Pranowo mengungkapkan ada pesan Presiden Jokowi di balik pemilihan warna baju hitam putih yang sering dipakai dalam beberapa kesempatan terakhir.
Bakal calon Presiden dari PDIP Ganjar Pranowo mengungkapkan ada pesan Presiden Jokowi di balik pemilihan warna baju hitam putih yang sering dipakai dalam beberapa kesempatan terakhir.
Gubernur Jawa Tengah itu menuturkan, hitam dan putih merupakan warna keberanian. Selain itu, kata Ganjar, warna hitam putih adalah bentuk ketegasan dalam mengambil keputusan.
"Hitam putih adalah keberanian. Hitam putih adalah sikap untuk tidak menjadi abu-abu. Sebuah keputusan untuk berkata ya atau tidak,"
kata Ganjar dalam akun twitternya, @ganjarpranowo, Kamis (20/7).
Merdeka.com
Lebih lanjut, Ganjar bercerita pesan itu lah yang direpresentasikan dalam bentuk warna baju yang dipakai.
Pesan dari Jokowi tersebut juga bagian dari penguat perjuangan dalam bertarung di Pilpres 2024.
"Inilah pesan yang diberikan Presiden Jokowi kepada kita sebagai penguat perjuangan. Sebuah desain baju garis-garis hitam dan putih,"
ungkap Ganjar.
merdeka.com
Dalam acara bertemu relawan kemarin, Ganjar berpesan agar memiliki sikap yang tegas soal dukungan calon presiden.
"Tidak perlu ditangisi karena di awal sudah saya sampaikan Anda mau hitam atau mau putih." ujar Ganjar Pranowo
Ganjar mengatakan, sudah sejak 2012 satu barisan bersama-sama mendukung Joko Widodo. Ia berterima kasih sampai hari ini masih terus dalam satu barisan bersama Jokowi.
"Bapak Ibu yang saya hormati, kira-kira di tahun-tahun 2012, 2013, Saya kira kita berada pada barisan yang sama, meskipun kamar kita berbeda, kita adalah orang-orang yang saat itu berkontribusi pada kemenangan Jokowi menjadi presiden," ungkap dia."Kita berada pada barisan yang sama saya yakin ada kelompok partai, kelompok ormas, ada keagamaan, ada komunitas, termasuk juga relawan. Tidak ada yang tidak mencatat sejarah itu pada saat itu. Terima kasih sampai detik ini kita masih berada pada barisan yang sama," tutup Ganjar.