AMRI Dukung Sekolah Rakyat, Hadirkan Akses Belajar dan Pemberdayaan di Pesisir Cilincing
Angkatan Muda Rakyat Indonesia (AMRI) menegaskan komitmennya mendukung program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo Subianto, menghadirkan akses belajar dan pemberdayaan di pesisir Cilincing.
Angkatan Muda Rakyat Indonesia (AMRI) baru-baru ini menggelar kegiatan sosial bertajuk "AMRI Peduli: Membangun Ekosistem Pesisir yang Edukatif, Inovatif, dan Berkelanjutan" di Taman Anak Pesisir Cilincing, Jakarta Utara. Acara ini merupakan wujud nyata dukungan AMRI terhadap program Sekolah Rakyat yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan menyediakan akses pendidikan yang merata bagi masyarakat pesisir.
Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia (PRI), Muhammad Nazaruddin, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari komitmen PRI dan AMRI dalam mendukung agenda besar pemerintah di bidang literasi. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan Indonesia. Program ini juga selaras dengan visi Presiden Prabowo untuk menghadirkan solusi pendidikan inklusif melalui Sekolah Rakyat.
Rangkaian kegiatan AMRI Peduli mencakup peresmian perpustakaan, pembagian alat tulis, serta fasilitas pendidikan seperti meja dan papan tulis. Selain itu, kader AMRI juga turut mengajar, mengadakan makan bersama masyarakat, dan membagikan jaring udang, ikan, serta kepiting kepada nelayan setempat. Intervensi terpadu ini tidak hanya menyasar pendidikan anak-anak, tetapi juga penguatan ekonomi keluarga nelayan.
Membangun Ekosistem Pesisir yang Berkelanjutan
Program "AMRI Peduli" dirancang sebagai upaya komprehensif untuk menciptakan ekosistem pesisir yang tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga cerdas secara intelektual. Melalui kegiatan ini, AMRI berupaya memperkuat literasi masyarakat pesisir, sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM) pemerintah. Inisiatif ini merupakan contoh konkret sinergi antara gerakan masyarakat dengan negara dalam menghadirkan akses belajar.
Ketua Umum AMRI, Davon Arjunaidi, mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini dan menegaskan pentingnya keberlanjutan gerakan sosial berbasis kader. Menurutnya, AMRI harus menjadi pelopor gerakan anak muda yang responsif dan solutif terhadap permasalahan sosial. Davon juga mengungkapkan bahwa literasi adalah kunci, dan AMRI ingin memastikan anak-anak pesisir memiliki akses yang sama untuk meraih masa depan.
Peresmian perpustakaan AMRI menjadi salah satu poin utama dalam kegiatan ini, menyediakan sumber belajar baru bagi anak-anak di Cilincing. Selain itu, pembagian alat tulis dan fasilitas pendidikan diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar. Aspek pemberdayaan ekonomi juga menjadi fokus, dengan pembagian alat tangkap ikan kepada nelayan, menunjukkan pendekatan holistik program ini.
Antusiasme Masyarakat dan Replikasi Program
Sekretaris Jenderal AMRI, Darleen Arjunaidi, menyampaikan antusiasme masyarakat pesisir terhadap program ini menjadi bukti bahwa intervensi berbasis kebutuhan riil sangat dibutuhkan. Ia mengamati langsung bagaimana anak-anak menunjukkan semangat tinggi dengan kehadiran perpustakaan dan kegiatan belajar. Darleen menegaskan bahwa ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan yang akan terus didampingi oleh AMRI.
Program AMRI Peduli di Cilincing diharapkan dapat menjadi model gerakan sosial berbasis komunitas yang inspiratif. Model ini berpotensi untuk direplikasi di berbagai wilayah pesisir lain di seluruh Indonesia. Dengan demikian, manfaat pendidikan dan pemberdayaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai organisasi sayap kepemudaan dari PRI, AMRI berkomitmen untuk mengambil peran strategis dalam menggerakkan generasi muda di berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan ekonomi, AMRI bertekad untuk berkontribusi aktif. Kolaborasi antara organisasi kepemudaan, masyarakat, dan dukungan kebijakan pemerintah diyakini dapat mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Sumber: AntaraNews