Alasan Mengapa Pendidikan Politik bagi Anak Muda Sangat Penting
Usia remaja adalah waktu yang tepat untuk menanamkan pemahaman yang kuat mengenai dunia politik.
Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPP Partai NasDem, Siti Nurbaya Bakar, menegaskan pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat dalam acara Remaja Bernegara (RBN) sesi kedua yang digelar di NasDem Tower, Jakarta Pusat. Ia menyatakan bahwa pendidikan politik bukan hanya sekadar soal demonstrasi atau bagi-bagi kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana partai politik dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang politik kepada rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Siti Nurbaya menyampaikan bahwa kekuatan suatu partai politik dapat diukur dari sejauh mana pengaruhnya terhadap masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengharapkan partainya dapat memberikan pengaruh yang elegan dan benar kepada masyarakat, terutama melalui pendidikan politik yang berkualitas.
"Politik itu tidak semata-mata hanya demo atau bagi-bagi kekuasaan. Yang paling penting adalah bagaimana partai politik memberikan pendidikan politik kepada rakyat," ujarnya.
Menanamkan Pemahaman Sistem Kenegaraan Sejak Dini
Siti Nurbaya juga menyoroti pentingnya pemahaman mengenai sistem kenegaraan bagi generasi muda. Menurutnya, anak-anak sejak dini perlu diajarkan tentang bagaimana sistem pemerintahan Indonesia berjalan, hubungan antara pusat dan daerah, serta struktur pemerintahan yang ada.
"Anak-anak ini sejak awal perlu paham bagaimana sistem kenegaraan Indonesia berlangsung, bagaimana hubungan antara pusat dan daerah, serta bagaimana struktur pemerintahan bekerja," jelasnya.
Pada sesi RBN ini, para peserta diberikan pemahaman teori mengenai demokrasi dan sistem ketatanegaraan Indonesia.
Selain itu, simulasi mengenai bagaimana aspirasi masyarakat dapat diterima di parlemen menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Para peserta diajarkan bagaimana anggota dewan menangani aspirasi rakyat, serta bagaimana mekanisme pembahasan dan pengambilan keputusan di lembaga legislatif.
"Mereka diajarkan bagaimana anggota dewan menangani aspirasi rakyat, bagaimana mekanisme pembahasan hingga pengambilan keputusan dalam lembaga legislatif," tambah Siti Nurbaya.
Remaja Sebagai Target Utama Pendidikan Politik
Dalam kesempatan tersebut, Siti Nurbaya menjelaskan alasan mengapa remaja menjadi target utama dalam program ini. Ia mengatakan bahwa usia 14 tahun adalah masa di mana pembelajaran tentang politik lebih mudah melekat. Menurut penelitian psikologi, usia remaja adalah waktu yang tepat untuk menanamkan pemahaman yang kuat mengenai dunia politik.
"Ada yang bertanya kenapa tidak mahasiswa yang usia 20 tahun ke atas? Kami memilih remaja karena dalam penelitian psikologi, usia 14 tahun adalah masa di mana pembelajaran lebih mudah melekat," katanya.
Namun, ia juga menyebutkan bahwa Partai NasDem sedang merancang program untuk kelompok usia 20 tahun ke atas, terutama mereka yang sudah mulai bekerja. Siti Nurbaya menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Surya Paloh, yang menekankan pentingnya pendidikan politik yang terus melekat dalam setiap kegiatan partai.
"Di dalam desainnya yang diarahkan Ketua Umum NasDem, Bang Surya Paloh, fungsi pendidikan politik rakyat ini harus selalu melekat di parpol, di NasDem, jadi targetnya sih sepanjang parpol itu ada," jelasnya.
Program Remaja Bernegara (RBN) angkatan pertama di tahun 2025 ini akan berlangsung dalam tujuh sesi, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang politik dan sistem ketatanegaraan kepada para remaja di Indonesia. Siti Nurbaya berharap, melalui program ini, generasi muda dapat lebih terlibat dalam kehidupan berpolitik dan mengetahui peran penting mereka dalam negara.