Waspada! Status Erupsi Gunung Dempo Level II, Warga Diimbau Jauhi Kawah
Pos Dempo mengingatkan warga terkait status erupsi Gunung Dempo yang berada pada Level II (Waspada). Masyarakat diimbau tidak mendekati kawah dan tetap tenang mengikuti arahan resmi mengenai status erupsi Gunung Dempo.
Pos Dempo Volcano Observatory Pagaralam, Sumatera Selatan, kembali mengingatkan masyarakat mengenai status erupsi Gunung Dempo. Saat ini, Gunung Dempo berada dalam kategori Level II atau Waspada, menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai.
Peringatan ini disampaikan untuk memastikan keselamatan warga sekitar dan para pengunjung yang kerap menjadikan Gunung Dempo sebagai destinasi. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area kawah utama guna menghindari potensi bahaya.
Dengan status Waspada ini, instansi berwenang terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Dempo. Koordinasi intensif dilakukan untuk memberikan informasi terkini dan panduan keselamatan bagi seluruh pihak terkait.
Imbauan Keselamatan dan Zona Larangan di Gunung Dempo
Kepala Pos Dempo, Wiwit J, menegaskan agar masyarakat, pengunjung, atau wisatawan tidak mendekati dan bermalam (camping) di pusat aktivitas kawah Marapi - Gunung Dempo. Zona larangan ini mencakup radius 1 kilometer dari kawah utama.
Selain itu, arah bukaan kawah sejauh 2 kilometer ke sektor utara juga menjadi area terlarang. Hal ini penting mengingat kawah merupakan pusat letusan dan sumber gas-gas vulkanik yang sangat berbahaya bagi kehidupan.
Wiwit J juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunung Dempo. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan resmi dari instansi yang berwenang, seperti Badan Geologi.
Badan Geologi akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, Kementerian/Lembaga (K/L), Pemerintah Daerah (Pemda), dan instansi terkait lainnya untuk memastikan informasi yang akurat dan terpercaya sampai kepada publik.
Aktivitas Vulkanik dan Riwayat Erupsi Gunung Dempo
Meskipun status waspada, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik. Aktivitas erupsi Gunung Dempo memang kerap kali terjadi sejak Januari 2022, menunjukkan bahwa gunung ini memiliki riwayat aktivitas vulkanik yang aktif.
Erupsi terakhir Gunung Dempo tercatat terjadi pada 15 April 2026 sekitar pukul 11.45 WIB. Kejadian ini menjadi salah satu alasan utama mengapa status waspada Level II masih dipertahankan hingga saat ini.
Pemantauan terhadap Gunung Dempo terus dilakukan secara intensif oleh Pos Dempo dan Badan Geologi. Data-data terbaru mengenai aktivitas seismik dan deformasi gunung menjadi dasar dalam penentuan status dan rekomendasi keselamatan.
Kesiapsiagaan masyarakat dan kepatuhan terhadap imbauan resmi sangat krusial dalam menghadapi potensi risiko erupsi Gunung Dempo. Edukasi mengenai mitigasi bencana juga terus digalakkan di wilayah sekitar.
Gunung Dempo: Destinasi Pendakian dan Penutupan Sementara
Gunung Dempo dikenal luas sebagai salah satu destinasi favorit bagi para wisatawan dan pendaki. Keindahan alam serta tantangan puncaknya menarik ribuan pendaki setiap tahunnya untuk menjajaki puncak gunung ini.
Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (BRIGADE) mencatat bahwa sebanyak 7.367 pendaki berhasil mencapai puncak Gunung Dempo sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan popularitas gunung tersebut di kalangan pecinta alam.
Pada tahun 2026, pendakian ke Gunung Dempo sempat ditutup sementara, yakni dari tanggal 15 Januari hingga 25 Maret. Penutupan yang berlangsung kurang lebih selama dua bulan ini dilakukan dalam rangka peremajaan alam serta evaluasi jalur pendakian.
Setelah dibuka kembali, sempat terjadi insiden evakuasi terhadap empat pendaki yang mengalami cedera kaki, pingsan, hingga hipotermia. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun hal ini menjadi pengingat akan pentingnya persiapan matang saat mendaki.
Sumber: AntaraNews