Fakta Unik Kota Pagar Alam, Jumlah Populasi Paling Sedikit di Sumatra Punya Banyak Situs Megalitikum

Menurut budayawan dan sesepuh Besemah, nama tersebut berasal dari pengucapan orang Belanda yang salah.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Fakta Unik Kota Pagar Alam, Jumlah Populasi Paling Sedikit di Sumatra Punya Banyak Situs Megalitikum
Fakta Unik Kota Pagar Alam, Jumlah Populasi Paling Sedikit di Sumatra Punya Banyak Situs Megalitikum (Merdeka.com)

Pagar Alam merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Sumatra Selatan yang dulunya sempat termasuk dalam kota administratif dari Kabupaten Lahat.

Kota ini memiliki luas sekitar 633,65 km persegi dan berjarak sekitar 298 km dari Kota Palembang dan hanya berjarak 60 km dari sebelah Barat Daya Kabupaten Lahat. Kota ini terbagi dalam lima kecamatan yang terdiri dari Dempo Selatan, Dempo Tengah, Dempo Utara, Pagar Alam Selatan, dan Pagar Alam Utara.

Namanya Berasal dari Pengucapan yang Salah

Mengutip situs Liputan6.com, Pagar Alam dulunya disebut dengan nama Pasemah. Nama ini tercantum dalam catatan seorang pegawai pemerintah Hindia Belanda, J. S. G. Gramberg pada tahun 1865 silam. 

Dalam catatannya ia menyebutkan jika seseorang mendaki Bukit Barisan dari arah Bengkulu ke utara Ampang Lawang menuju ke dataran Lintang yang indah. Ia kemudian sampai di sebelah Barat Gunung Dempo. Maka, pastilah ia berada di negeri orang Pasemah.

Namun ada versi unik dari asal-usul penamaan Pagar Alam ini. Menurut budayawan dan sesepuh Besemah, nama tersebut berasal dari pengucapan orang Belanda yang salah. Harusnya yang benar Besemah yang artinya suka damai.

Gagahnya Gunung Dempo

<b>Gagahnya Gunung Dempo</b>
Dok. Istimewa

Gunung Dempo adalah salah satu ikon dari Kota Pagar Alam. Kegagahannya itu berdiri di perbatasan Pagar Alam dengan Provinsi Bengkulu. Tak hanya itu, gunung ini menjadi yang tertinggi di Sumatra Selatan.

Gunung Dempo menjadi salah satu impian para pecinta alam dan hobi mendaki gunung meskipun tingginya mencapai 3.159 mdpl. Namun, tidak perlu khawatir, selama perjalanan mendaki banyak dijumpai air jernih sampai setengah perjalanan.

Tepat di kaki Gunung Dempo atau di Desa Pematang Bango terdapat objek wisata yang patut untuk dikunjungi, yaitu Air Terjun Curup Embun. Mengapa namanya demikian, karena air yang turun menyerupai kumpulan embun.

(Foto: Wikipedia)

Tinggi dari air terjun ini sekitar 100 meter dengan debit air yang tergolong kecil. Berkat volume air yang sedikit inilah seakan-akan seperti membentuk embun ketika turun.

Pusat Kebudayaan Megalitikum

Mengutip situs indonesiakaya.com, seorang peneliti asal Belanda mengatakan jika ada 22 area di Pagar Alam yang diyakini terdapat situs megalitikum dari zaman pra-sejarah.

Arca megalitikum yang ditemukan di Pagar Alam ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu menggambarkan satu wujud rupa atau sosok tunggal berupa manusia atau hewan, sedangkan satunya lagi menggambarkan lebih dari satu sosok, biasanya menggambarkan manusia dengan manusia ataupun hewan.

Dari berbagai area yang ditemukan, kondisinya sudah banyak yang rusak dan sebagian lagi masih ada yang terkubur dan belum teridentifikasi.

Situs Pemukiman Penduduk

Sekian banyak artefak yang ditemukan, salah satunya adalah Batu Beghibu yang letaknya berada di Desa Tegur Wangi. Konon situs ini sebagai tempat pemukiman penduduk dan tempat pemujaan bagi masyarakat setempat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sampai sekarang, Desa Tegur Wangi masih menjadi wilayah yang masih dianggap suci dan sakral oleh masyarakat sekitar.

Ada Tari Adat Tertua

Selain menjadi pusat megalitikum, Pagar Alam juga memiliki kesenian tradisional bernama Tari Kebagh atau dulunya bernama Tari Semban Bidodari. Nama "Semban Bidodari" ini artinya selendang besar yang digunakan bidadari untuk menarik.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tahun 1950-an, tarian ini berubah nama menjadi Kebagh atau diartikan melebarkan tangan. Tari Kebagh tergolong tarian sakral, karena para penarinya melakukan ritual lebih dulu seperti menabur beras kunyit yang bermakna meminta izin bidadari untuk menari.

Pelaksanaan Tari Kebagh, para penari tidak boleh haid atau dalam keadaan suci dengan hati yang suci. Namun, tarian ini bisa dilakukan oleh semua masyarakat.

Rekomendasi