Warga Pamulang Tangsel Mendadak Blokir Akses Jalan ke SMPN dan SMAN, Begini Duduk Perkaranya
Akibat tindakan itu, akses masuk ke tiga sekolah negeri yakni SMPN 4, SMPN 17 dan SMAN 6 menjadi terhalang.
Gelombang protes masyarakat Tangerang Selatan, terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) menyeruak setelah banyaknya peserta didik yang berdomisili di sekitar lingkungan sekolah justru tak lolos seleksi.
Hal itu tercermin dari penutupan dan pemblokiran akses jalan menuju sekolah diblokir warga setempat. Seperti terjadi di sekitar RW10 Perumahan Pamulang Permai, Kecamatan Pamulang yang aksesnya terblokir setelah pintu gerbang dan portal keluar-masuk digembok warga. Akibat tindakan itu, akses masuk ke tiga sekolah negeri yakni SMPN 4, SMPN 17 dan SMAN 6 menjadi terhalang.
Udin, pemilik bengkel di kawasan perumahan Pamulang Permai menjelaskan bahwa akses masuk dan keluar tiga sekolah negeri tersebut hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki.
Dia menuturkan jika pemblokiran akses jalan dengan menggembok gerbang dan portal ke lingkungan sekolah dilakukan masyarakat sekitar kemarin.
"Baru (kemarin)," kata Udin, ditemui Jumat (4/7).
Pantauan di lokasi RW10 perumahan Pamulang Permai, terlihat bentangan spanduk berisi protes warga. Spanduk berukuran 1,50 meter itu tertulis 'PENUTUPAN JALAN SEMENTARA. AKSES INI DITUTUP KARENA SISTEM PENERIMAAN SISWA MENGABAIKAN HAK ANAK-ANAK KAMI BERSEKOLAH DI LINGKUNGAN SENDIRI'.
Sikap serupa juga dilakukan oleh kelompok masyarakat di Kelurahan Benda-Baru, yang menutup akses jalan menuju SMAN3 Pamulang setelah sebelumnya upaya unjuk rasa yang dilakukan warga sekitar tak membuahkan hasil.
"Kemarin sempat mau dibuka sama Satpol PP. Tapi dihadang warga sekitar," terang Nana, warga Perum Benda Indah.