Warga Keluhkan Polusi Asap Pabrik Timah Tangerang, Kesehatan Terancam Selama 23 Tahun
Warga Desa Kadu, Curug, Kabupaten Tangerang resah akibat Polusi Asap Pabrik Timah Tangerang dari perusahaan pengelola limbah B3 yang beroperasi 24 jam, menyebabkan gangguan kesehatan serius dan pencemaran lingkungan.
Warga Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, kini hidup dalam bayang-bayang kualitas udara yang memburuk. Kondisi ini diakibatkan oleh polusi asap yang terus-menerus keluar dari pabrik peleburan timah milik perusahaan NFU. Keresahan ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan dan lingkungan.
Pabrik tersebut, yang beroperasi 24 jam penuh, mengelola limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) berupa peleburan timah. Asap yang dihasilkan kerap mengeluarkan bau belerang menyengat, menyebabkan berbagai keluhan kesehatan pada warga sekitar. Situasi ini menuntut perhatian serius dari pihak berwenang untuk mencari solusi berkelanjutan.
Dampak polusi asap pabrik timah Tangerang ini tidak hanya dirasakan sesaat, melainkan telah berlangsung selama puluhan tahun. Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Tangerang, dapat segera mengambil tindakan tegas. Mereka menginginkan pemeriksaan dan penindakan terhadap perusahaan penyebab pencemaran lingkungan ini.
Dampak Kesehatan dan Lingkungan Akibat Polusi Asap Pabrik Timah Tangerang
Kualitas udara yang buruk di Desa Kadu telah menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi penduduk setempat. Ahmad (40), salah satu warga Desa Kadu, mengungkapkan bahwa bau asap seperti belerang seringkali memicu pusing, mual, dan sesak napas. Ini adalah keluhan umum yang dirasakan banyak warga, termasuk anak-anak, yang rentan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan polusi.
Selain gangguan pernapasan, polusi asap pabrik timah Tangerang ini juga berdampak pada kualitas air. Ahmad menjelaskan bahwa air yang digunakan warga kini berbau logam, diduga kuat akibat pembuangan limbah peleburan timah. Kondisi ini tentu saja mengkhawatirkan karena air merupakan kebutuhan dasar yang vital bagi kehidupan sehari-hari.
Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh operasional pabrik NFU ini telah menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi warga. Paparan terus-menerus terhadap polutan berbahaya dapat memiliki konsekuensi jangka panjang yang serius bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penanganan cepat dan efektif sangat dibutuhkan untuk melindungi warga dari risiko kesehatan lebih lanjut.
Puluhan Tahun Terpapar Polusi Asap Pabrik Timah Tangerang Tanpa Tindakan
Menurut kesaksian warga, masalah polusi udara dari pabrik NFU ini bukanlah hal baru. Ahmad menyebutkan bahwa pencemaran ini telah berlangsung selama 23 tahun, sejak ia menjadi warga Desa Kadu pada tahun 2003. Selama periode tersebut, perusahaan ini diketahui mendaur ulang baterai bekas dan aki untuk dijadikan bahan baku bagi pabrik aki dan kabel di Indonesia.
Keresahan akibat polusi asap pabrik timah Tangerang ini dirasakan oleh warga di tiga rukun warga (RW) yang berbeda, yaitu RW 01, 02, dan 03. Dampak bau polusi dapat tercium hingga radius yang cukup jauh, berkisar antara 1,6 hingga 5 kilometer dari lokasi pabrik. "Radiusnya paling jauh 5 kilometer (KM)dari pemukiman, dan 5 KM aja masih kena kalau angin sedang kencang," tutur Ahmad.
Meskipun dampak yang ditimbulkan sangat besar dan telah berlangsung lama, warga merasa bahwa belum ada tindakan konkret dari pemerintah daerah. "Dilaporkan sudah, tapi tidak tau ceritanya sampai sekarang belum ada tindakan. Kami cuman berharap bisa diproses oleh pemerintah," kata Ahmad. Harapan warga tertumpu pada Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengambil langkah tegas terhadap perusahaan NFU demi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sumber: AntaraNews