Protes Puluhan Tahun Tak Direspons, Warga Depok Demo Pabrik Ragi Lantaran Cemari Lingkungan
Sebuah pabrik di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya, Depok didemo warga Kampung Cipayung RW 4, Sukmajaya.
Sebuah pabrik di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya, Depok didemo warga Kampung Cipayung RW 4, Sukmajaya. Pasalnya, limbah dari pabrik yang diketahui membuat ragi itu telah mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan warga.
Banyak warga yang mengalami sesak nafas hingga iritasi kulit. Bahkan air tanah milik warga yang rumahnya di sekitar pabrik tidak dapat digunakan karena tercemar. Kondisi ini sudah terjadi puluhan tahun lalu.
Namun, saat ini pencemaran dan gangguan kesehatan warga makin parah sehingga mereka melakukan aksi demo di depan pabrik. Warga mengeluh bau udara yang tidak segar kemudian pembuangan limbah cair ke saluran dekat permukiman warga. Limbah yang dibuang menyebabkan bau tidak sedap seperti bau asam hasil fermentasi.
Mariah, salah satu warga mengaku menderita sesak nafas dan batuk akibat pencemaran udara dari limbah pabrik. Dia sudah bertahun-tahun menderita sesak nafas dan batuk.
“Saya sesak nafas, batuk. Enggak bisa nafas, buat nafas itu susah banget,” katanya, Rabu (12/2).
Parahnya lagi, air tanah di rumahnya juga tercemar. Sehingga dia tidak bisa memakai air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Air di rumahnya seperti ada kandungan minyak dan gel.
“Air itu enggak enak, enggak bisa dikonsumsi. Di atasnya (air) ada kayak minyak gel gitu kuning-kuning,” ujarnya.
Protes Puluhan Tahun
Dia dan warga lainnya akhirnya teriak dengan melakukan aksi demo. Karena sudah puluhan tahun keluhan mereka tidak pernah didengar oleh pengelola pabrik.
“Sudah lama puluhan tahun. Sudah protes tapi enggak pernah ditanggapi. Sudah ke RT dan RW juga enggak pernah ditanggapi,” keluhnya.
Aroma bau tidak sedap setiap hari tercium di lingkungan rumah. Bau menyengat dari pembuangan limbah pabrik hampir setiap hari dihirup. Aromanya seperti bau asam dan kotoran.
“Macam-macam baunya. Bau kotoran juga ada, bau asam ada, kadang-kadang kayak bau ciu juga,” ungkapnya.
Dia menceritakan, pabrik biasa membuang limbah sore dan malam hari atau saat hujan. Dia berharap kondisi ini dapat segera teratasi karena mereka ingin bisa menghirup udara segar.
“Saya maunya gini, boleh pabrik berjalan tapi limbahnya jangan sampai tercemar ke warga,” tukasnya.
Enang, warga lainnya merasakan hal serupa. Rumahnya berada persis di belakang pabrik sehingga aroma bau tidak sedap menjadi santapan sehari-hari.
“Rumah saya persis dibelakang PT ini, setiap hari udaranya bau. Ini bahaya banget untuk pernafasan,” katanya.
Jawaban Pihak Pabrik
Sementara itu pihak pabrik enggan diminta keterangan terkait hal tersebut. Perwakilan manajemen pabrik yang diketahui bernama Daniel langsung masuk ke dalam pabrik ketika hendak dikonfirmasi.
“Maaf bu,” ucapnya singkat sambil masuk ke area pabrik.
Anggota DPRD Depok, Hengky mengatakan, dia turun langsung ke lokasi bersama Dinas Lingkungan Hidup, PUPR untuk melihat serta verifikasi AMDAL dan UPL. Dikatakan, pihaknya akan bertindak jika dalam operasionalnya pihak pabrik membahayakan lingkungan.
“Kita akan tutup,” katanya.