Wali Kota Medan Ajak Apoteker Perkuat Edukasi Obat kepada Masyarakat
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong apoteker untuk memperkuat edukasi obat kepada masyarakat, guna meningkatkan kepercayaan pada produk dalam negeri dan efektivitas pengobatan.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, menggarisbawahi pentingnya peran apoteker dalam memberikan informasi akurat mengenai penggunaan obat-obatan kepada masyarakat. Ajakan ini disampaikan usai menerima kunjungan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sumatera Utara di Medan pada Kamis, 26 Maret 2026.
Menurut Rico Waas, apoteker memiliki fungsi krusial tidak hanya sebagai penyedia obat, tetapi juga sebagai bagian integral dari proses penyuluhan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan serta efektivitas pengobatan bagi seluruh warga.
Informasi yang jelas dan tepat dari apoteker diharapkan mampu membangun kembali kepercayaan publik terhadap obat-obatan produksi dalam negeri. Langkah ini dianggap penting mengingat masih adanya kecenderungan masyarakat untuk berobat atau membeli obat di luar negeri.
Peran Apoteker dalam Peningkatan Literasi Kesehatan
Apoteker memegang peranan vital dalam sistem kesehatan masyarakat, melampaui sekadar distribusi farmasi. Mereka adalah garda terdepan dalam memberikan informasi yang akurat mengenai cara penggunaan, dosis, serta potensi efek samping obat. Penjelasan ini memastikan pasien memahami regimen pengobatan mereka dengan baik.
Kejelasan informasi yang disampaikan oleh apoteker secara langsung berkontribusi pada peningkatan keamanan pasien dan efektivitas terapi. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat menghindari kesalahan penggunaan obat yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka.
Wali Kota Rico Waas menegaskan bahwa apoteker adalah mitra strategis pemerintah dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perluasan jangkauan penyuluhan menjadi sebuah keharusan yang harus diemban oleh para apoteker.
Mengembalikan Kepercayaan pada Produk Farmasi Nasional
Salah satu fokus utama dari ajakan Wali Kota Medan adalah untuk mengatasi kecenderungan masyarakat yang masih memilih berobat ke luar negeri, termasuk dalam pembelian obat. Fenomena ini, seperti kebiasaan membeli obat di Penang, menunjukkan adanya tantangan dalam membangun kepercayaan terhadap produk farmasi lokal.
Rico Waas menyoroti bahwa persoalan ini bisa berakar pada harga atau tingkat keyakinan masyarakat terhadap kualitas obat dalam negeri. Jika masyarakat terus membeli obat di luar negeri, obat produksi domestik akan kesulitan bersaing di pasar sendiri.
Di sinilah peran strategis apoteker menjadi sangat penting, tidak hanya dalam memberikan informasi tetapi juga dalam pendekatan yang tepat. Mereka dapat menjelaskan keunggulan dan standar kualitas obat-obatan yang diproduksi di Indonesia, sehingga menumbuhkan keyakinan publik.
Dukungan Pemerintah Kota dan Agenda IAI Sumut
Pemerintah Kota Medan menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif penyuluhan yang akan dilakukan oleh apoteker. Rico Waas menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi kegiatan tersebut dalam berbagai acara yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.
"Ini menjadi concern kita bersama. Apakah persoalannya ada pada harga atau kepercayaan. Kalau masyarakat sudah terbiasa membeli obat di luar negeri, maka obat dalam negeri akan sulit bersaing. Di sinilah peran apoteker, termasuk dalam hal edukasi dan pendekatan yang tepat," ujar Rico Waas.
Wali Kota berharap isu penting ini dapat menjadi salah satu topik pembahasan utama dalam Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia tahun 2026. Acara tersebut dijadwalkan akan diselenggarakan di Kota Medan pada Agustus 2026.
Ketua IAI Sumut, Agustama, menyambut baik ajakan Wali Kota Medan dan mengonfirmasi rencana kongres serta PIT yang akan berlangsung pada Agustus 2026. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan obat-obatan.
Sumber: AntaraNews