IAI Kalbar Perkuat Edukasi Apoteker Kalimantan Barat, Tingkatkan Pemahaman Obat Masyarakat
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kalimantan Barat mendorong apoteker untuk aktif dalam edukasi obat kepada masyarakat, memperkuat peran apoteker Kalimantan Barat dalam pelayanan kesehatan yang komprehensif.
Pontianak, Kalimantan Barat – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kalimantan Barat secara gencar mendorong para apoteker di wilayahnya untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat. Fokus utama edukasi ini adalah mengenai penggunaan obat yang aman dan benar, sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan publik. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen IAI Kalbar untuk memperkuat peran strategis apoteker dalam sistem pelayanan kesehatan daerah.
Ketua Pengurus Daerah IAI Kalimantan Barat, Wahyudi, menegaskan bahwa peringatan Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day) 2025 di Pontianak menjadi momentum penting. Acara tersebut tidak hanya sebagai ajang pelayanan kesehatan, tetapi juga sarana untuk mendorong peningkatan kapasitas anggota IAI. Langkah ini bertujuan agar apoteker semakin siap dalam memberikan informasi kesehatan yang relevan dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dirancang untuk tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga meningkatkan kompetensi apoteker. Mulai dari edukasi dasar seperti DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang obat dengan benar), pengawasan obat, hingga teknik komunikasi efektif kepada anak-anak dan keluarga. Ini menunjukkan keseriusan IAI Kalbar dalam mendekatkan apoteker dengan kebutuhan nyata publik.
Meningkatkan Kapasitas Apoteker Melalui Edukasi Komprehensif
IAI Kalimantan Barat secara aktif menyelenggarakan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas apoteker dalam memberikan edukasi. Wahyudi menjelaskan, "Peringatan Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day) 2025 di Kota Pontianak tidak hanya menjadi ajang pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga momentum penting bagi anggota IAI Kalimantan Barat untuk mendorong peningkatan kapasitas dan peran strategis apoteker dalam sistem pelayanan kesehatan daerah." Kegiatan ini mencakup pelatihan komunikasi kesehatan dan pelayanan farmasi.
Puncak perayaan yang digelar di halaman kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak menghadirkan 360 peserta dengan beragam kegiatan edukatif. Acara tersebut meliputi senam bersama, edukasi gizi, donor darah, skrining gula darah, serta pemeriksaan mata. Selain itu, edukasi mengenai zat berbahaya bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menjadi bagian penting dari rangkaian acara tersebut, memperkuat pemahaman apoteker Kalimantan Barat.
Sebelumnya, IAI Kalbar juga telah melaksanakan serangkaian kegiatan edukasi yang menyasar anak-anak usia dini. Melalui lomba mewarnai dan pengenalan dunia farmasi yang difasilitasi oleh Universitas Tanjungpura, apoteker muda dan mahasiswa farmasi mendapatkan kesempatan untuk mengasah keterampilan literasi publik. Kegiatan ini memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan pendekatan edukatif yang inovatif dan menarik.
Kolaborasi BPOM dan Program Edukasi Inovatif
Kolaborasi antara IAI Kalimantan Barat dan BPOM Pontianak menjadi kunci dalam memperkuat peran apoteker. Kepala Balai Besar POM Pontianak, Hariani, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas apoteker sangat krusial untuk menghadapi tantangan keamanan obat di masyarakat. "Kami hadir untuk memberdayakan apoteker agar semakin percaya diri dalam memberikan edukasi," ujarnya, menekankan pentingnya peran apoteker.
Melalui kerja sama ini, BPOM memberikan ruang bagi apoteker untuk memperdalam pemahaman mengenai DAGUSIBU, pengelolaan limbah obat, dan resistensi antimikroba (AMR). Hariani menambahkan, "Masyarakat harus diarahkan untuk berkonsultasi langsung dengan apoteker, karena merekalah yang memahami obat, penyimpanan, hingga cara membuang yang benar." Ini menunjukkan kepercayaan BPOM terhadap kompetensi apoteker.
Hariani juga memperkenalkan Program ABSO (Ayo Buang Sampah Obat) dan edukasi mengenai pengendalian resistensi antimikroba. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas apoteker dalam memberikan informasi kesehatan yang lebih luas. Edukasi tidak hanya terbatas pada obat, tetapi juga mencakup kosmetik, suplemen, obat tradisional, hingga pangan, memperluas jangkauan edukasi apoteker Kalimantan Barat.
Peran Apoteker dalam Pelayanan Kesehatan Promotif dan Preventif
Kegiatan pelayanan kesehatan gratis yang diselenggarakan IAI Kalbar juga menjadi sarana penting bagi apoteker untuk mengasah keterampilan klinis dan komunikasi. Ketua Panitia sekaligus Kepala BKMM Kota Pontianak, Sri Suharni, menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan gula darah, apoteker tidak hanya melakukan tes. Mereka juga memberikan edukasi mengenai penyebab, pencegahan, dan pola hidup sehat kepada pasien.
"Ini bagian dari peningkatan kapasitas mereka dalam pendekatan promotif dan preventif," kata Sri Suharni. Tingginya jumlah peserta dalam berbagai kegiatan menunjukkan bahwa peran apoteker semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini menggarisbawahi pentingnya apoteker Kalimantan Barat dalam sistem kesehatan.
Sri Suharni berharap momentum Hari Apoteker Sedunia ini menjadi pemicu bagi IAI Kalbar untuk memperluas program pelatihan dan literasi publik. Kolaborasi lintas profesi juga diharapkan semakin ditingkatkan. "Dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan edukasi, pelayanan kesehatan, dan kampanye penggunaan obat yang aman, World Pharmacists Day 2025 di Pontianak memperlihatkan komitmen IAI Kalbar memperkuat kapasitas apoteker sebagai tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, dan semakin dekat dengan masyarakat," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews