Unuja Paiton Raih Silver Winner Anugerah Diktisaintek 2025: Bukti Kampus Pesantren Berdaya Saing Global
Unuja Paiton sukses meraih penghargaan Silver Winner Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dalam Anugerah Diktisaintek 2025, menandai transformasi institusi yang kuat dan berdaya saing.
Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Kampus ini meraih penghargaan Silver Winner Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dalam ajang Anugerah Diktisaintek 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Penghargaan ini diterima sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Unuja dalam mengembangkan riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor Unuja Paiton, Dr. KH. Najiburrahman, menyatakan bahwa capaian ini merupakan cerminan dari arah transformasi institusi yang terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar tujuan akhir, melainkan sebuah penanda bahwa Unuja Paiton berada di jalur yang benar dalam membangun tradisi akademik yang kokoh. Tradisi ini tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren serta berorientasi pada kebermanfaatan sosial yang luas bagi masyarakat.
Prestasi ini tidak lepas dari strategi Unuja Paiton dalam mengintegrasikan kebijakan dan praktik di lapangan, termasuk melalui kolaborasi internasional. Dengan demikian, Unuja Paiton tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga bertransformasi secara kualitatif sebagai kampus pesantren yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing baik di tingkat nasional maupun global.
Pengakuan Nasional dan Transformasi Institusi
Penghargaan Silver Winner Bidang Pengabdian kepada Masyarakat pada Anugerah Diktisaintek 2025 menempatkan Unuja Paiton pada posisi yang membanggakan. Kampus ini berhasil menduduki peringkat 152 dari total 5.491 perguruan tinggi yang ada di Indonesia.
Dr. KH. Najiburrahman menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen Unuja Paiton terhadap pengembangan akademik dan sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi akademik yang kuat seraya tetap mempertahankan nilai-nilai pesantren yang menjadi identitas utama institusi.
Visi Unuja Paiton adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul dalam riset, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Transformasi institusi ini menjadi pondasi untuk terus berinovasi dan berkontribusi lebih besar.
Integrasi Riset dan Pengabdian Berdampak Nyata
Wakil Rektor III Unuja Paiton, Prof. Dr. H. Hasan Baharun, menjelaskan bahwa kekuatan utama Unuja Paiton terletak pada integrasi kebijakan dan praktik lapangan. Ia menegaskan bahwa riset dan pengabdian kepada masyarakat tidak dipisahkan, melainkan dirancang sejak awal untuk saling mendukung.
Integrasi ini bertujuan untuk menghasilkan dampak sosial, ekonomi, dan kultural yang nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, setiap kegiatan akademik diharapkan memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi komunitas sekitar.
Capaian ini juga didukung oleh kebijakan strategis, seperti integrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan luaran riset dan pengabdian. Pendekatan ini memastikan bahwa mahasiswa terlibat aktif dalam solusi masalah masyarakat sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang relevan.
Memperluas Dampak Melalui Kolaborasi Global
Kepala LP3M Unuja Paiton, Dr. Achmad Fawaid, menyoroti pentingnya jejaring internasional dalam memperluas dampak Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi global menjadi ruang belajar bersama yang sangat berharga bagi Unuja Paiton.
Berbagai inisiatif telah dilakukan, mulai dari benchmarking di China, mobilitas akademik ke Thailand, hingga kerja sama riset dan industri di Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat. Semua upaya ini bertujuan untuk memperkaya ekosistem akademik Unuja Paiton.
Kolaborasi internasional tersebut menegaskan bahwa Unuja Paiton tidak hanya mengalami pertumbuhan kuantitatif, tetapi juga bertransformasi secara kualitatif. Hal ini menjadikannya kampus pesantren yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing baik di tingkat nasional maupun global.
Kontribusi Signifikan dalam Indeks Sinta
Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi Unuja Paiton dalam riset dan pengabdian kepada masyarakat tercatat sangat signifikan. Kampus ini berhasil menyumbangkan lebih dari 48 ribu poin Sinta (Science and Technology Index).
Capaian impresif ini didukung oleh berbagai kebijakan strategis, termasuk penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah. Kemitraan ini memastikan bahwa hasil riset dan pengabdian dapat diimplementasikan secara efektif untuk pembangunan daerah.
Selain itu, Unuja Paiton juga mewajibkan diseminasi hasil dalam forum akademik secara bilingual oleh sekitar 200 kelompok setiap tahun. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan visibilitas karya ilmiah, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan yang lebih luas.
Sumber: AntaraNews