UNG Raih Silver Winner Anugerah Diktisaintek 2025: Bukti Eksistensi Internasional dalam Kolaborasi Riset dan Pengabdian
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil meraih Silver Winner Anugerah Diktisaintek 2025, mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi unggul dalam kolaborasi internasional. Simak detail prestasinya!
UNG Raih Silver Winner Anugerah Diktisaintek 2025: Pengakuan Internasional untuk Kolaborasi Terbaik
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Perguruan tinggi ini berhasil meraih penghargaan Silver Winner Anugerah Diktisaintek Tahun 2025. Penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Kerjasama Internasional Terbaik bagi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU).
Pengumuman prestisius ini disampaikan di Gorontalo pada Rabu, 25 Desember 2025. Pencapaian ini membuktikan eksistensi UNG yang semakin diakui di tingkat nasional. Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai inisiatif kolaborasi internasional yang telah dijalankan dengan cermat.
Ketua Kelompok Kerja untuk Kerjasama Internasional UNG, Titien Fatmawati Mohamad, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. UNG sukses membawa pulang penghargaan bergengsi ini berkat komitmen kuat dalam menjalin kemitraan strategis. Kolaborasi tersebut mencakup bidang pengabdian masyarakat dan penelitian inovatif.
Kolaborasi Internasional UNG dengan GIZ: Penguatan Pembangunan Berkelanjutan
Salah satu pilar utama yang mengantarkan UNG meraih Silver Winner Anugerah Diktisaintek 2025 adalah kerjasama yang terjalin dengan German Government Cooperation Agency (GIZ). Kemitraan ini berfokus pada bidang pengabdian masyarakat di tingkat lokal. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen UNG terhadap isu-isu global dan pembangunan berkelanjutan.
Titien Fatmawati Mohamad menyebut kolaborasi yang digawangi oleh Pusat Studi SDGs UNG ini sebagai langkah bersejarah. Universitas Negeri Gorontalo menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang melaksanakan kerjasama langsung dengan GIZ. Ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap kapasitas dan peran UNG.
Kemitraan strategis ini telah berlangsung sejak tahun 2020 dan dijadwalkan hingga 2026. Fokus utama adalah memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah. Saat ini, kerjasama tersebut telah memasuki periode kedua pelaksanaannya, menandakan keberlanjutan program.
“Kemitraan yang berlangsung dari tahun 2020 hingga 2026 ini, fokus pada bidang pengabdian masyarakat dan telah memasuki periode kedua, memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal,” kata Titien. Inisiatif ini mendukung upaya adaptasi perubahan iklim dan konservasi keanekaragaman hayati.
Program Penelitian LEAF Indonesia: Inovasi Riset Lintas Batas
Selain pengabdian, kolaborasi internasional UNG dalam bidang penelitian turut menjadi penilaian penting dalam Anugerah Diktisaintek kali ini. Program penelitian LEAF Indonesia merupakan salah satu inisiatif unggulan yang melibatkan banyak pihak. Proyek ini menunjukkan kapasitas riset UNG di kancah global.
Program penelitian LEAF Indonesia melibatkan peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo, University of Sussex, dan Monash University. Dukungan juga datang dari dua universitas lokal, yaitu Universitas Mulawarman dan Universitas Papua. Keterlibatan berbagai institusi ini memperkaya perspektif penelitian dan memperluas jaringan akademik.
Lokasi penelitian utama difokuskan di Provinsi Gorontalo, dengan cakupan juga di Papua Barat dan Kalimantan Timur. Pendanaan program riset ini didukung oleh The Global Centre on Biodiversity for Climate (GCBC) UK. Hal ini menegaskan standar internasional proyek tersebut dan relevansinya.
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan skenario penggunaan lahan secara kolaboratif. “Penelitian ini adalah mengembangkan skenario penggunaan lahan secara kolaboratif yang mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, mata pencarian petani dan kebutuhan keamanan pangan yang lebih luas melalui penelitian partisipatif dan pelatihan," jelas Titien.
Sumber: AntaraNews