Undana dan SLC Filipina Resmi Jalin Kolaborasi Riset, Perluas Jaringan Akademik Global
Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Saint Louis College (SLC) Filipina resmi menjalin Kolaborasi Riset Undana SLC untuk memperkuat mobilitas akademik dan daya saing global.
Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Saint Louis College (SLC) of San Fernando, Filipina, telah meresmikan kemitraan strategis yang signifikan. Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat fondasi riset dan mobilitas akademik antarnegara. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada hari Minggu menjadi tonggak penting dalam memulai era baru kerja sama pendidikan tinggi ini.
MoU tersebut ditandatangani secara hybrid, menunjukkan adaptasi terhadap teknologi modern dalam kerja sama internasional. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, serta Presiden Saint Louis College, Rev. Fr. Roderick G. Villamar, memimpin seremoni tersebut. Kemitraan ini menegaskan komitmen kedua institusi untuk secara proaktif menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Dr. Siprianus Suban Garak secara eksplisit menyatakan kesiapan Undana untuk berkolaborasi secara nyata dan efektif. Fokus utama dari kerja sama ini adalah memastikan mahasiswa dan dosen dari kedua belah pihak mendapatkan akses yang luas terhadap publikasi ilmiah. Selain itu, proyek penelitian bersama yang relevan dengan kebutuhan global juga akan menjadi prioritas utama.
Memperluas Jaringan Internasional dan Pertukaran Akademik
Dalam kerangka kerja sama ini, Undana secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk menerima mahasiswa dari Filipina. Langkah ini akan membuka pintu bagi pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Sebaliknya, Undana juga akan mengirimkan mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti berbagai program akademik yang ditawarkan di Saint Louis College, Filipina.
Dr. Siprianus Suban Garak menambahkan, Undana berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan seluruh poin kerja sama secara aktif dan berkelanjutan. Ini secara spesifik termasuk membuka peluang mobilitas yang lebih besar bagi mahasiswa dan dosen dari kedua institusi. Inisiatif pertukaran ini diharapkan dapat secara signifikan mendorong pemahaman lintas budaya serta memperkaya perspektif akademik.
Presiden SLC, Rev. Fr. Roderick, yang bergabung secara daring, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian integral dari komitmen institusinya. Komitmen tersebut berfokus pada upaya merespons tantangan global yang semakin terhubung dan kompleks. Seremoni penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran global yang berkualitas.
Rev. Fr. Roderick juga secara khusus menyoroti pentingnya memperkuat pemahaman lintas budaya melalui kerja sama bilateral ini. Ia menyatakan antusiasmenya untuk segera memulai berbagai kegiatan seperti pertukaran ilmu pengetahuan, program pelatihan, hingga penyelenggaraan konferensi bersama. Menurutnya, ini bukan hanya sekadar pertukaran materi akademik, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam pengembangan fakultas dan inovasi penelitian bersama.
Peningkatan Kualitas Riset dan Daya Saing Global
Kemitraan strategis ini juga diyakini akan menjadi investasi berharga dalam pengembangan berkelanjutan bagi fakultas dan inovasi penelitian kolaboratif. Kepala International Relations Office (IRO) Undana, Santri E. P. Djahimo, menjelaskan bahwa kerja sama ini secara signifikan memperluas jejaring internasional Undana. Sebelumnya, Undana telah sukses menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Australia, Amerika, dan berbagai negara lain di Asia, menunjukkan rekam jejak internasional yang kuat.
Kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi di Filipina ini secara khusus diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset yang dihasilkan oleh Undana. Peningkatan kualitas ini sangat krusial untuk menghadapi persaingan di kancah global yang semakin ketat. Selain itu, daya saing lulusan Undana di tingkat internasional juga diproyeksikan akan terangkat secara signifikan, mempersiapkan mereka untuk karier global.
Lebih jauh lagi, inisiatif kerja sama ini juga memiliki tujuan strategis untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina. Terutama dalam bidang pendidikan tinggi, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan diplomasi akademik yang kokoh. Ini akan membuka lebih banyak peluang untuk pertukaran ide, keahlian, dan sumber daya di masa depan.
Sumber: AntaraNews